LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar Pekan Apresiasi Budaya (PAB) yang di pusatkan di lapangan Desa Anyar kecamatan Bayan.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar, Sekretaris Daerah Drs H Suardi MH, Pimpinan OPD serta masyarakat yang sangat antusias menyaksikan suguhan pertunjukan.

Panitia acara sekaligus Kadis Pariwisata KLU H Muhammad SPd menyampaikan bahwa Indonesia kaya akan bahasa, adat dan tradisi yang menopang persatuan dan kesatuan bangsa.

Pada kesempatan yang sama, mengatakan, pihaknya juga akan fokus pada visi daerah yang berbudaya, selain religius adil dan sejahtera, menuju kabupaten yang lebih baik secara berkelanjutan.

“Acara PAB telah kita laksanakan ke-9 kalinya semenjak terbentuk Lombok Utara. Tahun ini mengangkat tema nyalarang saking upakarti dasawarsa KLU, ngiring sarang ngelestariang budaya tradisonal korsa 2018,” ujarnya.

Dijelaskannya, kegiatan PAB ini selain bertujuan melestarikan budaya, juga sebagai perisai dari berbagai pengaruh budaya global yang tak relevan dengan nilai luhur bangsa.

“Kegiatan ini untuk menangkal pengaruh negatif global,”jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH menuturkan, event PAB di Kabupaten termuda di NTB ini sebagai ruang ekspresi budaya yang ada di gumi tioq tata tunaq. Selain itu juga sebagai penunjang aspek penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

“KLU merupakan daerah yang kaya berbagai macam budaya dan adatnya, sehingga patut dilestarikan dengan memberikan ruang ekspresi kepada masyarakat,” imbuh bupati.

Dalam mewujudkan hal tersebut, lanjut bupati, agar tetap lestari, event-event budaya diselenggarakan terus menerus sebagai event tahunan.

“Pada tahun-tahun mendatang panitia menginformasikan kepada wisatawan dan pengusaha wisata agar datang meramaikan PAB ini,”tukasnya.

Selanjutnya, acara di lanjutkan dengan kirab budaya yang diikuti kontingen dari lima kecamatan yang ada di KLU dengan membawakan atraksi yang berbeda.

Kecamatan Pemenang dengan seni budaya Buang Awu, Kecamatan Tanjung dengan prosesi Pengasa atau Praja, Kecamatan Gangga dengan pranata budaya Menyunat, Sedangkan Kecamatan Kayangan dengan prosesi Bisoq Beras dan Kecamatan Bayan menampilkan prosesi pranata tampah wirang yang di ikuti oleh semua elemen masyarakat Bayan mulai dari tokoh agama dan juga siswa sekolah. (Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here