MATARAM, KANALNTB.COM – Partai Hanura dan PDI Perjuangan akhirnya menyerahkan berkas persyaratan pencalonan legislatif pada hari terakhir pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat, Selasa, (17/7).

Ketua DPD Hanura NTB Syamsu Rijal, mengatakan sebanyak 65 berkas daftar caleg di delapan dapil di bawa sebagai persyaratan pendaftaran.
“Semua berkas calon legislatif (Caleg) dari Partai Hanura yang kita bawa ke KPU lengkap, termasuk kuota 30 persen Caleg perempuan,” ungkapnya di KPU NTB.

Disinggung target pada Pileg tahun 2019, Rijal menegaskan untuk DPRD Provinsi, Hanura menargetkan delapan kursi, sementara untuk kabupaten kota, Hanura menargetkan posisi wakil pimpinan.

Sedangkan, untuk DPR RI Hanura menargetkan dua kursi, masing-masing satu kursi di dapil NTB satu (Sumbawa) dan dapil NTB dua (Lombok).
“Kami optimis dengan target yang kami usung, semua sudah ada pemetaan dan InsyaAllah kita yakin itu akan tercapai,” terangnya.

Sementara, disinggung soliditas internal menyusul adanya sejumlah kader yang keluar dari Hanura, Rijal menyatakan bahwa kader Hanura tetap solid dan tidak ada lagi dualisme kepengurusan, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Adapun kader yang pindah partai itu hal yang biasa. Sebab, jika ada yang keluar kita juga sudah siapkan penggantinya, bahkan tidak kalah bagus. Intinya hilang satu tumbuh seribu,” kata Rizal.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP NTB H Rahmat Hidayat, mengakui seluruh Caleg yang mengikuti Pileg 2019 melalui PDIP, merupakan kader PDIP.
“Seluruh Caleg kita dimulai dari DPD PDIP NTB sampai kabupaten/kota sudah klop semua,” kata Rahmat.

Ketua Bappilu DPD PDIP NTB Made Slamet (kiri duduk), menyerahkab berkas bacaleg ke KPU NTB. (Foto: kanalntb.com/pur)

Menurutnya, seluruh Caleg dari PDIP merupakan kader-kader yang mumpuni karena secara ideologi sudah menempuh sekolah kader.

“Jadi Caleg-caleg yang didaftarkan PDIP ini murni dari hasil pengkaderan dan sudah memiliki poin. Karena di PDIP itu ada poin yang dinilai dan itu diberikan penilaian oleh DPP. Kemudian, Caleh yang diusung juga punya pengaruh di masyarakat. Jadi bukan karena instan langsung datang mendaftar ke PDIP, tapi bukan berarti di luar tidak bisa, namun kita berpegang pada aturan partai,” kata anggota DPR RI dari dapil NTB tersebut.

Untuk target di Pileg 2019, menurut Rahmat, pihaknya mengatakan tidak ingin mendahului takdir Allah. Namun, dirinya berharap bahwa di Pileg 2019, PDIP lebih baik.

“Saya targetkan penuh untuk DPRD NTB. Manusia boleh berencana, tapi tuhan yang menentukan. Kalau tuhan mau beri 4 atau 5 kursi kita mau bilang apa. Kita miliki target tapi tentu semua itu bisa diraih dengan bekerja keras,” ungkapnya. (Pur)

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here