LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar Musrembang perubahan RPJMD di Aula RSUD Tanjung.

Musrenbang Perubahan RPJMD tersebut, dihadiri lansung oleh Bupati KLU TGH Najmul Akhyar SH MH, Sekretaris Daerah KLU Drs H Suardi MH, Perwakilan Bappeda Provinsi NTB, Parakepala OPD KLU, Perwakilan NGO, Paracamat, Parakades dan tamu undangan lainnya.

Kepala Bappeda KLU, Heryanto SP menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun strategi supaya bisa sesuai dengan perubahan-perubahan kebijakan nasional maupun regulasi yang berkembang pada pemerintah pusat.

Proses penyusunan RPJMD, lanjutnya, dengan malakukan telaah-telaah terhadap kinerja OPD, melalui konsultasi publik dengan menghadirkan NGO, OPD dan stakeholder yang ada.

Dikatakannya, selain itu pula, upaya tersebut dalam rangka bisa menanggulangi kemiskinan hingga tercapai 2,5 persen. Oleh karena itu, sambungnya, program yang disusun mesti betul-betul sesuai dengan tujuan penanggulangan.

“Sesuai dengan Permendagri nomor 86, maka RPJMD bisa dilakukan perubahan. Alhamdulillah, Rancangan RPJMD yang sudah dibahas dengan DPRD segera diserahkan ke Bapedda Provinsi NTB,” ungkap Herianto.

Kepala Bappeda Provinsi NTB diwakili Kapala Bidang Penelitian Pengembangan dan Evaluasi Pembangunan Ir Gusandri mengatakan, Pemda KLU paling banyak melakukan inovasi. Diantaranya, Program “Jubah” yang menumbuhkan kepedulian sosial dengan Masyarakat, untuk menanggulangi kemiskinan. Persoalan masyarakat tidak bisa diselesaikan hanya dengan APBD saja.

“Musrenbang RPJMD adalah persyaratan untuk disahkan menjadi RPJMD, untuk mempertajam program-program 3 tahun mendatang. Kita mesti penuhi SPM-SPM, tahun 2019 bida diimplementasi,” tukasnya.

Sementara itu Bupati Lombok Utara mengungkapkan, dengan terselenggaranya musrembang perubahan RPJMD ini, pihakanya sangat bersyukur bisa bersama-sama merumuskan perubahan RPJMD yang menjadi tolak ukur arah pembangunan dan Inovasi.

“Karena inovasi kita menampakkan hasil. Inovasi membawa KLU ke arah yang lebih baik, tercapai melalui peran dan kerjasama dari legislatif kita juga,”terangnya.

Melihat dinamika yang terjadi saat ini lanjut Najmul itu dianggapnya sebagai proses pendewasaan, agar KLU menjadi lebih dewasa dalam berpikir bersama membangun Lombok Utara.

Pada kesempatan tersebut, bupati juga menguraikan Program Jumat Bedah Rumah “Jubah” merupakan salah satu cara untuk menembus birokrasi panjang, dimana perbaikan rumah warga menjadi prioritas penanganan, dikarenakan digitnya lebih tinggi untuk menanggulangi kemiskinan.

“Saya mengapresiasi Baznas yang ikut mendukung Program Jubah. Berterima kasih kepada pengusaha hotel di Gili Indah sudah mulai bergerak membantu Program Jubah,”tandasnya. (Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
100%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here