LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Kabid ‎Perlindungan Jaminan Korban Tindak Kekerasan Pekerja Migran dan Orang Terlantar Dinas Sosial kabupaten Lombok Tim, H Rifaan, buka suara terkait pemberitaan yang menyebut adanya dugaan penggelapan dana Biaya Operasional Pendamping (BOP) PKH di Lotim.

“Sebenarnya ini masalah keterlambatan. Namanya juga manusia. Itu masalah tekhnis saja,” ujar Rifaan didampingi H Azwar Korkab PKH Lotim ditemui wartawan di ruangannya, Senin (2/7).

Ia menambahkan, hari ini akan diselesaikan bersama korcam pendamping PKH. Hari ini ia juga sudah mengundang 16 korcam guna penyelesaian hal tersebut.

Terkait isu tidak sedap yang menyebut ia menggelapkan dana tersebut, Rifaan mengatakan itu nuansa saja.

“Itu nuansa-nuansa saja,” responnya.

Sementara itu, Korkab PKH Lotim, H Azwar menambahkan bahwa dana BOP yang baru keluar tahun ini hanya baru triwulan pertama.

“Jadi untuk triwulan kedua belum keluar. Dibilang mengendap disini itu tidak benar. Karena masih di provinsi,” terangnya.

Azwar menyampaikan, sebenarnya dana BOP itu bukan untuk pendampingan jika mengacu pada SPJ yang ada.

“Itu sebenarnya untuk beli ATK, snack saat rapat. Dan hanya sebagian kecil saja untuk transport pendamping,” imbuhnya.

Selanjutmya, Azwar mengatakan, pendamping PKH di Lotim sejumlah 365 orang pada tahun 2017. Itu belum termasuk yang penambahan.

“Dana itu per triwulan 500 ribu per orang,” tutupnya. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
1
100%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here