LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Harga telur dan daging ayam di pasar tradisional di Kabupaten Lombok Utara (KLU) beberapa minggu terakhir ini meroket tajam. Kenaikan yang menohok daya beli masyarakat tersebut dikabarkan sangat pantastis yakni berkisar antara 60 – 70 ribu perkilo gram.

Kepala Dinas Kopersi Perdagangan dan UMKM KLU Fahri mengatakan, melonjaknya harga telur dan daging ayam tersebut diakibatkan oleh suport peternak di tingkat distributor sangat berkurang, begitu juga dengan kenaikan telur ayam itu di sebabkan karena saat ini bulu ayam para peternak sedang rontok (Ngurak).

“Kita coba menelusuri ke peternak, memang suport di peternak itu kurang saat ini, begitu juga dengan telur kenapa bisa melonjak karena di tingkat peternak itu ayam-ayamnya sedang mengalami gugur bulunya sehingga produksi telurnya berkurang,”ungkap Fahri saat ditemui wartawan, Selasa (24/7).

Dikatakanya, setelah mendengar kabar meroketnya harga bahan pokok tersebut, pihaknya lansung menginstruksikan tim pengendali harga yang terdiri dari kabid diskop dan polres Lotara untuk turun melakukan infeksi pasar.

“Ini tadi saya suruh kepala bidang saya atau tim pengendali harga dan polres untuk turun lansung mengecek kenaikan harga itu di pasar Tanjung. Kita belum tahu pasti harganya berapa, tapi kabarnya kisaran harga itu (60-70 /kg -red),” ujarnya.

Lebih lanjut Fahri menegaskan, terkait lonjakan tersebut diskoprindag sendiri mengaku tidak bisa mencegah, karena kenaikan tersebut diakuinya berasal langsung dari sumbernya.

“Tapi kita akan tetap melakukan sidak pasar cuma untuk memerintah mereka menurunkan harga tidak bisa kan mereka beli mahal, dan kita juga tidak punya anggaran untuk berikan telur subsidi,” pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here