LOMBOK UTARA,KANALNTB.COM – Pemerintah Daerah Lombok Utara bersama Somasi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Festival Sangkep Beleq yang di pusatkan di Desa Senaru, Kecamatan Bayan.

Acara yang akan di lansungkan selama dua hari terhitung mulai kemarin (hari ini-red) dihadiri oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata H Muhammad SPd, Perwakilan OPD KLU, unsur Somasi NTB dan KLU, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan tamu undangan lainnya.

Ketua Pelaksana Festival Sangkep Beleq Raden Sawinggih mengungkapkan. acara sangkep beleq ini bertujuan untuk , melestarikan, memperkenalkan serta mempertahankan keasrian alam dan budaya masyarakat hukum adat, agar masyarakat adat Bayan memiliki forum yang menjadi wadah untuk bersilaturahim.

“Festival ini sudah dilakukan dua kali, festival pertama mengangkat tema tentang pentingnya tanaman bambu. Sedangkan festival kali ini, sebagai tindak lanjut dari isu kompleks tentang adat, tantangan global hak adanya geopark rinjani yang didalamnya terdapat situs-situs sejarah,”ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, festival ini dihajatkan dapat menakar pengaruh global agar alam dan budaya tetap lestari. Selain itu di laksanakannya acara ini untuk menajamkan upaya pelestarian adat dan budaya, maka dalam proses festival ini dilakukan sangkep beleq masyarakat adat.

Dikatakannya, hal ini juga sebagai bentuk promosi kebudayaan, oleh sebab itu dalam acara ini akan dilakukan pertunjukan budaya, adat dan tradisi yang ada di Bayan pada malam harinya.

“Adat dan budaya sebagai momentum persatuan masyarakat adat dan paratokoh adat,”karanya.

Direktur Somasi NTB Ahyar Supriadi SH dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi budaya dan adat yang ada di Bayan sebagai satu kesatuan wilayah adat yang ada di Kabupaten termuda di NTB.

“Kami mengangkat tema pola hubungan sosial antara manusia dan sumber daya alam, di KLU bisa beriring secara berkelanjutan. Inilah yang menjadi pembeda antara Lombok Utara dengan kabupaten lain yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat,”tukasnya.

“Kita harus mengakui, masyarakat adat masih lemah pada pendokumentasian potensi dan situs-situs budaya dan adat. Secara perlahan, Somasi bersama tokoh adat mulai mendokumentasi. Hasilnya, telah ada video dan foto situs-situs budaya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Selain mempromosikan bidaya setempat, Ketua Somasi dan Pemda juga membahas penyusunan Raperda pengakuan masyarakat adat untuk memperkuat tradisi adat dan budaya Bayan,

“Progres raperda saat ini masih pada proses penggodokan draf menjadi perda yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara. Perda tersebut penting, agar terdapat pengakuan dari negara tentang keberadaan masyarakat adat sehingga negara memberikan perhatian dan dukungan kuat dan terlestarikan,” tuturnya.

Sementara Kadis Budpar KLU H Muhammad SPd dalam sambutannya menyampaikan Pemda KLU mendorong disegerakannya Perda Pengakuan Masyarakat Adat, tinggal menunggu laju persetujuan dari DPRD untuk mematangkan draf raperda menjadi perda.

“Dinas Pariwisata berencana menempatkan kegiatan Pekan Kebudayaan di Kecamatan Bayan sebagai agenda tahunan. Pembacaan tembang pengiling-iling sarat makna tentang tasawuf. Nilai yang terkandung tersebut, jika benar-benar dilakukan maka memunculkan keseimbangan antara masyarakat adat, budaya dan alam,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Disbudpar KLU mendukung upaya dan kegiatan penguatan dan pelestarian budaya dan masyasrakat adat, sehingga kedepan terbuka jalinan kerjasama dengan masyarakat adat dan Somasi serta pihak terkait, dalam penyelenggaraan festival tahun-tahun mendatang.

Selanjutnya dijelaskan Kadispar, paratokoh dan pemerhati adat dan budaya, perlu menularkan dan menuturkan bahasa, adat dan budaya kepada generasi muda.

“Saya mengapresiasi Somasi yang telah menginisiasi dan memfasilitasi terbentuk dan proses terselenggaranya sekolah adat. Mesti optimal memanfaatkan sekolah adat sebagai ruang bagi masyarakat dan generasi penerus pelestari adat dan budaya. Pelestari alam yang dapat bermanfaat pada kehidupan sosial, ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here