LOMBOK UTARA,KANALNTB.COM – Pasca bebas dari penjara belum lama ini, Ramedi salah seorang anggota Dewan di DPRD Lombok Utara mengaku siap nyaleg lagi pada pemilihan legislatif 2019 mendatang. Bahkan dengan penuh percaya diri ia optimis akan ngantor lagi di kantor dewan terhormat yang terletak di Kecamatan Tanjung itu.

“Kalau rencana nyalon lagi sih sudah pasti bahkan syarat pendaftaran sudah kita serahkan ke ketua DPC Hanura dan saya yakin saya akan ngantor lagi di kantor DPRD ini,”kata Ramedi saat di temui wartawan, di ruang Komisi III DPRD KLU.

Politisi Hanura itu mengatakan, untuk saat ini masalah terkait dirinya di internal partai sudah tidak ada persoalan lagi, karena jika mengacu kepada peraturan PKPU No 24 tahun 2014, partai dalam hal ini tidak ada jalan untuk melakukan PAW.

Adapun yang di lakukan oleh ketua DPC Hanura KLU beberapa waktu lalu yang mengusulkan PAW terhadap dirinya menurutnya itu sah sah saja, namun dengan keberadaan Hanura saat ini yang berada dalam posisi dualisme tentu hal itu akan menjadi suatu pertimbangan untuk melakukan PAW terhadap kadernya.

“Dari partai tidak ada masalah, kalau kita mengacu kepada peraturan PKPU no 23 th 2014, partai tidak ada jalan untuk melakukan proses PAW kepada saya,”ungkapnya.

Sementara itu, terkait kasus yang menjerat dirinya itu ditegaskanya tidak akan melanggar peraturan KPU, karena yang tidak di perbolehkan ikut dalam kontestasi pileg itu sesuai dengan peraturan KPU no 20 ayat 7 .

“Tidak akan melanggar di KPU, kan yang tidak boleh itu calon yang terkena kasus narkoba, terlibat korupsi dan perbuatan asusila,”tegasnya.

Lebih lanjut Ramedi menegaskan terkait perekrutan calon DPRD pada pileg ini, pihaknya akan mengembalikan sepenuhnya kepada pengurus partai, dimana kata dia pengurus yang sah di tubuh Partai Hanuta itu sesuai dengan SK 22 yang mana Ketua DPP adalah osman syaifudin suding (OSO), Ketua DPD nya zulham hasdi suharto dan Ketua DPC lalu mamad Mujahid.

Untuk diketahui, Ramedi dikenakan pasal 7 dan 8 tentang penggunaan ijazah yang salah dan di tuntut 6 bulan penjara, setelah menjalani serangkain sidang Ramedi di nyatakan bersalah oleh pengadilan dan di ponis hukuman 4,15 bulan penjara,

“PKBM mengakui bahwa ada kesalahan dalam mencantumkan nama orang tua saya, dan mereka membenarkan bahwa saya pernah ikut melaksanakan kegiatan belajar di sana dan lulus,”jelasnya. (Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here