(*) Oleh : Deki Zulkarnaen

MALANG, KANALNTB.COM – Tengah malam, sekitar pukul 00.30 WIB tengah malam rombongan kami berkumpul di daerah. Rombongan kami yang penulis maksud, berjumlah 6 orang. Tidak mengenal satu sama lain. Ada yang dari Jakarta dan Bandung, penulis sendiri dari Lombok.

Di daerah Tumpang, Malang, sejumlah mobil Jeep terparkir dipinggir jalan. Jeep yang akan membawa para pengunjung ke Bromo.

FOTO : Ribuan pengunjung menuju kawah Gunung Bromo. (kanalntb.com/dex)

Mobil Jeep yang penulis tumpangi kemudian berangkat langsung menuju Bromo. Di tengah perjalanan ternyata ada puluhan Jeep berderet-deret berangkat ke Bromo juga.

Sampai di Bromo sekitar pukul 03.00 WIB. Di pemberhentian pertama ini ada ratusan Jeep berjejer parkir, tentu saja membawa penumpangnya. Penulis bertanya ke driver, pak Nur, tiap hari Bromo jumlah pengunjungnya berapa.

“Pak, tiap hari ada berapa pengunjungnya?” Tanya penulis penasaran melihat ratusan Jeep tersebut.

“Sampai ribuan mas,” jawab pak Nur.

Luar biasa! Penulis hampir tidak percaya, untuk ukuran orang berlibur ke Gunung, sepertinya Bromolah satu-satunya kawasan Gunung yang paling banyak pengunjungnya di Indonesia. Bayangkan sehari bisa ribuan. Bahkan, kalau libur panjang, penulis browsing bisa sampai 5000 pengunjung.

FOTO : Ini spot di kawasan Widodaren dengan latar gunung Batok. (kanalntb.com/dex)

Ribuan orang, mulai dari turis domestik dan mancanegara kemudian berburu sunrise di bukit cinta. Pengunjung selama menunggu sunrise bisa membeli makan atau kopi di warung-warung yang memang sudah ada dan berjejer di sekitar lokasi. Jadi yang tidak membawa makanan atau minuman jangan khawatir banyak pedagang di sekitar sana. Bahkan di setiap spot. Di sini juga sedia penyewaan jaket tebal dan topi kupluk.

Bagi Anda yang hendak ke Bromo, jaket tebal rasanya wajib, suhu dingin di sini terutama di Bukit Cinta bisa minus 5°. Bayangkan dinginnya. Bahkan menurut driver kami, ada yang sempat meninggal karena kedinginan. Bahkan, bagi penulis suhunya lebih dingin dari suhu di Gunung Rinjani.

Jam menunjukkan pukul 5.40 WIB, para pengunjung kemudian bersiap melihat sunrise dan mengabadikannya. Namun, sayang sunrise sepertinya kalah dengan kabut.

Usai itu, perjalanan dilanjutkan ke kawasan Widodaren. Spot di sini berupa hamparan pasir yang sangat luas dengan latar pegunungan.

FOTO : Salah satu pengunjung nampak menaiki kuda. (kanalntb.com/dex)

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke inti perjalanan. Tentu di tiap perjalanan, tanpa komandan atau tanpa ada yang mengorganisir ratusan Jeep berjalan beriringan. Yakni kawah gunung Bromo. Di sini terdapat pura umat Hindu, Pura Luhur. Kawasan di sini sama juga berupa lautan pasir, dikelilingi pegunungan dimana juga di sinilah terdapat kawah gunung Bromo.

Ternyata, status gunung Bromo saat itu sedang dalam status waspada. Itu penulis lihat di papan pengumuman yang ada.

Bagi yang capek, tidak terlalu mau ribet, bisa menyewa kuda dengan harga sewa Rp 150 ribu. Joki kuda ada ratusan juga di sini. Melihatnya seakan seperti di Mongolia. Hamparan pasir, ratusan kuda, dikelilingi pegunungan, ah Mongolia sekali. Kuda akan membawa Anda sampai di dekat tangga menuju atas kawah Bromo.

Sesampai di atas mulut kawah, sayang lagi-lagi kawah Bromo tertutup kabut. Namun deru suara kawah Bromo seakan menyambut para pengunjung. Menyeramkan juga.

Puas di kawasan itu, perjalanan dilanjutkan ke Pasir Berbisik. Lagi-lagi spot di sini merupakan hamparan pasir hitam halus yang luas. Tempat ini sempat dijadikan tempat shooting film Pasir Berbisik yang sempat booming belasan tahun lalu, dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo.

Puas di sana, perjalanan terakhir kami lanjutkan ke buit Teletubbies. Anda bisa gambarkan sendiri kenapa dikatakan bukit Teletubbies. Kawasan perbukitan. Iya, walaupun tidak semirip bukit Teletubbies yang ada di TV. Tapi bukit ini nyata adanya, bukan fiksi.

Salah seorang pengunjung dari Jakarta, Koko mengatakan ini merupakan kunjungan kedua kalinya ke Bromo. Tapi ia belum bisa sampai ke kawah Bromo.

Dua gadis asal Bandung lainnya mengatakan ini pertama kalinya mereka ke Bromo. Dan mereka terlihat sangat puas. Namun sayang, mereka juga belum bisa sampai ke Kawah Bromo.

“Capek, kayaknya tinggi,” katanya.

FOTO : Kawah Gunung Bromo yang tertutup kabut. (kanalntb.com/dex)

Waktu menunjukkan pukul 11.30 WIB, petualangan usai. Kami balik lagi ke Tumpang, Malang. Dari tumpang Malang, kami berpisah menuju kota Malang, tempat penginapan masing-masing.

Biaya yang kami habiskan menggunakan jasa perjalanan ke Bromo beragam. Kalau penulis Rp 350 ribu, belum termasuk sewa jaket dan beli makan di lokasi.

( * ) wartawan kanalntb.com berkesempatan mengunjungi kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur.

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here