LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Kasus dugaan Tipikor penataan kawasan Pusuk Sembalun mengerucut. Satreskrim Polres Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akhirnya menetapkan kontraktor, CV Perames Raya menjadi tersangka pertama dalam proyek senilai Rp. 2 miliar tersebut.

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Joko Tamtomo, mengatakan penetapan pihak kontraktor sebagai tersangka dikarenakan secara bersama-sama merugikan negara. Selain itu, penyidik masih membidik tersangka lain dalam kasus yang bergulir sejak tahun 2016 tersebut.

“Iya kita tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujar Joko Senin (4/6).

Adapun penetapan tersangka, lanjut Joko, dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan ulang terhadap sejumlah pihak terkait dalam kasus tersebut. Penyidik dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Lotim mulai mendapatkan titik terang hingga menetapkan tersangka terhadap pihak kontraktor.

Seperti yang dijelaskan beberapa waktu lalu, mantan Kasatreskrim Polres Lobar itu mengatakan, pemeriksaan ulang dikarenakan salah satu saksi yang mengetahui persis pengerjaan proyek itu meninggal dunia lantaran sakit beberapa waktu lalu.

Penyidik dari Tipikor Satreskrim Polres Lotim pun kembali melakukan pemeriksaan ulang dengan merunut kembali alur pengerjaan proyek itu. Adapun sejumlah pihak terkait diperiksa ulang, yakni mantan Asisten III Setda Lotim, pihak kontraktor, Unit Layanan Pengadaan (ULP), tukang atau pekerja dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Adapun kerugian negara dalam proyek itu, lanjutnya, dari kerugian awal berdasarkan audit investigatif dari BPKP sebesar Rp.300 juta. Namun setelah dilakukan PKN dari BPKP, kerugian negara sebesar Rp 280 juta. Jumlahnya berkurang karena setelah ahli diturunkan, terdapat bagian yang diperhitungkan sudah sesuai dengan spesifikasi sehingga dikurangi jumlah kerugian negara.

“Jadi hasil audit PKN dari BPKP terkait kerugian mutlak proyek itu sudah kita terima,” pungkas Joko. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here