MATARAM, KANALNTB.COM – Hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 aroma pemenangnya santer mengarah ke Paslon nomor urut 3. Namun salah satu Lembaga Quick Count (Hitung Cepat) Lembaga Survey Indonesia (LSI) enggan merilis hasilnya dengan alasan perbedaan perolehan suara yang terlalu tipis.

LSI yang bekerjasama dengan Konsultan Citra Indonesia (KCI) beralasan mereka memutuskan tidak merilis karena selisihnya dibawah 3 persen.

“Jika selisih persentase di atas 3 persen, maka kami berani publish siapa pemenang. Tapi ini hasilnya tipis sekali,” ujar peneliti LSI, Khobbab, Rabu (27/06) di Hotel Golden Palem.

Seperti diketahui pasangan Suhaili-Amin berdasarkan QC LSI Deny JA yang dipublish beberapa media meraih 29,38 persen, dan pasangan Zul-Rohmi 29,43 persen. Sedangkan pasangan Ahyar-Mori 24,47 persen diikuti pasangan Ali-Sakti 16,73 persen, dari data masuk 99,55 persen.

Karena inilah Khobab mengaku, belum berani memutuskan apalagi merilis hasil quick count.

Tim LSI mengaku menggunakan beberapa TPS secara acak dan profesional dan percaya atas hasil kerjanya.

“Apakah bisa dipercaya, bagi kami bisa kalau melihat dari sejarah,” tuturnya.

Ia menambahkan, standar suara masuk sehingga bisa dipastikan ada paslon menang kisaran 90-95 persen. Namun, dilihat dari angka itu, ada selisih sangat tipis. Oleh sebab itu, harus menunggu hasil penetapan KPU.

Khobab mengaku, dalam Pilgub NTB 2018 ini, LSI menetapkan margin of error sekitar 1 persen jika dilihat dari angka partisipasi pemilih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kanalntb.com, memang tidak ada satu pun lembaga survei yang berani merilis resmi hasil Pilgub NTB. Lantaran, silisih sangat tipis di bawah satu persen, yakni 0,05 persen. Meski demikian Tim Zul Rohmi tetap berada diatas angin dengan harapan yang lebih besar memenangkan Pilgub NTB 2018. (Pur)

1
25%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
3
75%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here