KSB,KANALNTB.COM – Ratusan petani rumput laut di desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta pemerintah segera mengambil langkah tegas terkait dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi saat ini. Baik itu diakibatkan oleh merkuri maupun limbah air dari tambak udang. Para petani sangat khawatir  pencemarannya yang tinggi mengancam keberadaan sumber mata pencaharian mereka, rumput laut akan berkurang.

“Kami sangat terganggu dengan pencemaran lingkungan yang terjadi saat ini. Imbasnya ke kami sebagai petani rumput laut semakin rugi jika produksinya terus menurun setiap tahunnya. Bahkan kondisinya saat ini, sudah semakin parah, karena warga masyarakat sudah mulai merasakan gatal ketika berada di laut,” ujar Idi, petani rumput laut setempat kepada kepada kanalntb.com, Rabu(30/5).

Dikatakannya, terkait masalah ini para petani sudah menyuarakan ke dinas Perikanan dan Kelautan terkait (DKP) untuk bisa mengambil sikap. Tetapi faktanya, hingga saat ini belum ada kejelasan, sehingga pihaknya sangat khawatir jika masalah ini terus dibiarkan, maka potensi rumput laut yang menjanjikan tidak bisa berkembang.

Setiap kali ada panen udang, pasti imbasnya rumput laut akan rusak, jika pencemaran semakin masif maka tidak akan ada lagi rumput laut di desa Kertasari. Belum lagi dengan adanya penangkapan ikan menggunakan potasium dan bom juga berpengaruh signifikan terhadap kondisi rumput laut.

“Faktor- faktor tersebut harus segera disikapi oleh pemerintah, jika tidak, kami bisa gulung tikar dan perekonomian warga Kertasari akan mati total,” keluhnya.

Sementara itu Kepala Desa Kertasari, Burhanuddin, SH tidak menampik masalah ini terus menghantui petani rumput laut di desa Kertasari. Terhadap masalah ini, pihaknya akan kembali menyuarakan ke Pemerintah untuk segera disikapi. Karena yang paling dikhawatirkan, jika rumput laut ini tidak menghasilkan lagi di Kertasari karena pencemaran, maka mata pencaharian utama akan hilang.

Jika sudah tidak ada mata pencaharian maka kemiskinan di wilayah ini akan semakin parah, karena sangat tidak mungkin bisa bertahan hidup dari hasil nelayan saja karena hasilnya jauh lebih rendah dari bertani rumput laut,” ungkap Burhanuddin. (Dhev)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here