MATARAM, KANALNTB.COM – Tim Satgas pangan provinsi Nusa Tenggara Barat, temukan gudang distributor makanan di Mataram, tidak layak penyimpanan. Gudang penyimpanan tersebut dinilai tidak bersih, makanan kadaluarsa masih tercampur dengan makanan baru, terlebih lagi tidak ada pemisahan antara makanan, dan benda seperti sabun.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Putu Selly Andayani, usai melakukan inspeksi mendadak di dua gudang distributor di kota Mataram. Yakni gudang distributor Indomarko di wilayah Dasan Cermen, dan UD Purnama di jalan Brawijaya Mataram.

“Dua gudang yang kami kunjungi, kami nilai tidak layak, karena tercampur antara makanan kadaluarsa dan baru, serta belum dipisahkan antara sabun dan makanan,” ungkapnya kepada wartawan.

Inspeksi mendadak kali ini, kata Selly, sebagai bentuk pengamanan makanan dan konsumen dalam menerima produk makanan, sebagai bentuk perlindungan konsumen, khususnya di bulan Ramadhan.

Tim satgas Pangan yang terdiri dari Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Mataram, dan Kepolisian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Inspeksi Mendadak di dua gudang Distributor Makanan besar di Mataram tersebut.

Pemeriksaan ini memastikan makanan yang diterima masyarakat dalam kondisi aman dari distributor, dan tersimpan rapi tanpa terkontaminasi. Namun inspeksi mendadak kali ini memperlihatkan kondisi gudang yang tidak tertata rapi, makanan dan sabun tersimpan berdampingan, begitu pula makanan kadaluarsa masih menjadi satu yang mengakibatkan menjadi sarang tikus.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Putu Selly Andayani, kondisi ini sangat tidak layak, pihaknya khawatir barang makanan baru dapat terkontaminasi dan memunculkan bakteri.

“Sangat tidak layak, hal ini dapat mengakibatkan makan lain yang masih dalam kondisi bagus jadi terkontaminasi,” ungkapnya.

Terlebih lagi, jika dilihat kondisi kedap udara, dinilai juga membahayakan kondisi makanan.

“Sudah kondisi kotor, bau kencing tikus, kedap udara, hal ini bahaya bagi makanan lainnya,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Sri Nengah Suarningsih mengatakan bahwa kondisi penyimpanan di dua gudang tersebut sangat tidak layak. Seperti pencampuran antara makanan dan sabun cuci yang diletakkan berdampingan, akan menimbulkan rasa sabun dan makanan.

“Terlebih lagi, dua gudang masih mencampur antara makanan dan sabun, hal ini dapat membuat makanan terasa sabun. Ini bahaya bagi konsumen yang mengkonsumsi,”ungkapnya menambahkan.

Pihaknya juga menyampaikan, telah menegur, dan meminta distributor merapikan barang makanan dengan memisahkannya. Dan meminta agar segera memusnahkan makanan kadaluarsa, agar tidak menjadi sampah di gudang dan menimbulkan sarang tikus.

“Kami sudah menegur, pemilik gudang untuk segera memusnahkan makanan kadaluarsa, agar tidak menjadi sarang tikus dan memisahkan makanan dan sabun,” ungkapnya.

Kedepannya tim satgas akan tetap melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap dua gudang tersebut, untuk segera membenahi, sehingga konsumsi konsumen terjamin, bersih dan sehat.

Pihaknya juga menambahkan menargetkan distributor untuk membenahi gudang hingga sebelum lebaran, jika tidak pihaknya mengancam akan membekukan izin usaha.

“Kami targetkan sampai sebelum lebaran, jika masih belum rapi dan bersih, maka kami akan bertindak tegas, bahkan kami dapat membekukan usahanya,” ancamnya. (Handi)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here