MATARAM, KANALNTB.COM – Aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/05) yang merenggut 13 nyawa sangat dikecam masyarakat Indonesia sebagai perbuatan keji dan biadab. Untuk memberikan tekanan kepada kelompok teroris agar ruang geraknya menyempit maka sejumlah kalangan juga mendesak pemerintah salah satunya mengeluarkan Perppu oleh presiden.

Seperti disampaikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) NTB. Secara nasional PSI mendorong agar RUU itu segera disahkan karena itu merupakan instrumen serta jawaban terhadap kondisi negara agar mampu mencegah gerakan teror.

“Pembahasan RUU ini sudah berlangsung sejak 2016 namun belum memiliki hasil. dan sebagai alternative ketika RUU itu belum diputuskan maka penting juga dibuat PERPPU oleh presiden jokowi,” ujar Ardani Ansori, ST Ketua DPW PSI NTB kepada kanalntb.com, Rabu (16/5).

Desakan dikeluarkannya Perppu ini menurut Dhani karena perbuatan pembunuhan dengan bom bunuh diri ini dikategorikan sebagai perbuatan sangat biadab karenanya harus dilawan.

“Kami pengurus DPW PSI NTB mengutuk aksi Bom Surabaya siapapun dan dengan alasan apapun. Tindakan teror yang menghilangkan hak hidup orang lain adalah tindakan biadab yang harus kita lawan,” tegas Dhani.

Dia menambahkan, sebagai bagian dari NKRI masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga kedamaian dan meletakkan kemanusiaan sebagai level tertinggi dalam berinteraksi sosial.

Menurut pria yang juga Konsultan ini bahwa NTB sebagai representasi banyaknya suku, budaya dan agama harus dijaga  dan meneguhkan kedamaian untuk kemanusiaan. Dan semua harus bersepakat untuk saling rangkul, saling bergandengan untuk melawan segala bentuk teror.

“Kami mendorong pihak kepolisian untuk mengusut kasus bom Surabaya sampai keakar-akarnya dan sistem pendidikan kita harus menjadi bagian terpenting dalam melakukan edukasi kemanusiaan untuk mencegah gerakan teror di masa yang akan datang,” pungkasnya. (Pur)

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here