LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Memasuki musim tanam, petani tembakau di Lombok Tengah bisa lebih tersenyum. Pasalnya, Dinas Pertanian Provinsi NTB dan Dinas Pertanian Loteng akan memberikan bantuan bibit tembakau. Jenisnya pun beda dari bibit lainnya, yakni jenis hibrida emas.

“Ini akan kita bagikan di luas lahan mencapai 1.500 hektar,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Loteng, Lalu Iskandar, Minggu (6/5).

Semua ini dilakukan dalam rangka perbaikan mutu dan hasil produksi. Karena, bibit jenis hibrida emas ini berbeda dengan jenis lainnya. Di mana, hasil produksi jauh lebih bagus, kemudian kualitas dan rendemennya jauh lebih bagus pula. Tidak hanya itu, tinggi, panjang, lebar dan warnanya juga seragam. Bahkan daun atas, tengah dan bawah tidak jauh beda kualitasnya.

“Harga benihnya pun mahal,” ujarnya.

Oleh sebab itu, karena harga benihnya mahal, ia meminta kepada para petani untuk memelihara dan mengelolanya dengan baik. Sehingga, hasil produksi di tahun ini lebih meningkat.

“Kami akan bagikan di daerah sentra tembakau, seperti Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur dan lainnya,” terangnya.

Sementara, dari Dinas pihaknya telah menyiapkan program bantuan berupa, tungku oven tembakau, jangkang kemiri, irigasi pertanian, pupuk hingga obat-obatan. Ini semua untuk mendukung dan mensukseskan bantuan bibit yang diberikan Dinas Pertanian Provinsi NTB.

“Kami harapkan kepada penyuluh, agar terus memberikan pembinaan, memantau, mengevaluasi serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam mensukseskan bantuan bibit hibrida emas tersebut,” imbuhnya.

Prinsipnya, tekan Iskandar pemerintah kali ini membagikan bibit tembakau di luas lahan 1.500 hektar. Tidak lain tidak ingin areal tanam tembakau semakin luas, namun kualitas tembakau justru dipertanyakan. Akibatnya, berpengaruh pada harga. Untuk itulah, pemerintah setiap tahunnya menekan luas tanam.

“Intinya akhir Mei petani tembakau sudah mulai menanam,” pungkasnya. (DIK)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here