LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lotim menyayangkan sikap pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) unit pengelola wisata Joben, kecamatan Montong Gading, Lotim.

Camat Montong Gading, Humaidi selaku perpanjangan pemkab Lotim mengatakan, dalam hal ini Dinas Pariwisata Lotim membangun lapak di Joben, namun ditolak TNGR.

“Lapak itu untuk penjualan cinderamata,” ujar Humaidi, Senin (14/5).

Ia menjelaskan, pihak TNGR sempat menghentikan pembangunannya karena klaim TNGR itu tanah aset TNGR, sesuai dokumen sejak zaman Belanda. Padahal berdasarkan putusan pengadilan tanah tersebut menjadi milik Pemkab Lotim.

“Sesuai penyelesaian di Pengadilan, tanah itu milik Pemkab Lotim. Saat mulai dibangun pondasi teman-teman dari TNGR mengklaim itu milik mereka,” terang Humaidi.

Sesuai arahan Pjs Bupati, lanjut Humaidi, pembangunan tetap dilakukan. Kini bangunan dengan panjang sekitar 12 meter dengan lebar 4 meter tersebut sudah naik tembok oleh para tukang. Dibagi dalam 4 los lapak. Bangunannya sendiri berada di dalam kawasan areal pemandian wisata Joben. Yang tepat berada di samping kiri bawah pintu masuk wisata pemandian tersebut.

“Kita sayangkan ini. Kita tidak ingin adanya gontok-gontokan antara instansi pemerintah. Kalau memang dibicarakan kembali, mari melalui provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Muliadi salah satu petugas tiket wisata pemandian Joben, mengaku tidak tahu terkait polemik bangunan tersebut.

“Kita tidak tahu mas. Setahu kami ini kan masih di Pengadilan,” akunya singkat. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here