LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Menyambut era industri 4.0, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar SH, MH bertemu dengan Rektor CEO Institute Kemahiran Industry Melaka (IKIM) Malaysia, untuk menjajaki potensi industri di kampus tersebut.

Turut mendampingi Bupati Najmul Akhyar, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes RI di Malaysia Prof Ari Purbayanto, Plt Kadis Dikpora KLU Dr Fauzan MPd, Kepala Bappeda KLU Heryanto SP, dan Pendamping District Fasilitator Inovasi KLU Anhar Putra Iswanto Msi.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati serta petinggi Ikim membahas potensi dan peluang bagi masyarakat Kabupaten Lombok Utara untuk bisa kuliah sambil bekerja selama tiga tahun di Malaysia.

“Pihak IKIM memberikan kesempatan bagi 25 mahasiswa Lombok Utara yang ingin mengikuti program ini secara gratis,” ungkap Bupati KLU Najmul Akhyar.

Lebih lanjut Najmul mengatakan, dengan terbukanya peluang kerjasama dengan negara tetangga tersebut, pihaknya berharap agar peluang yang baik ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Lombok Utara terutama putra-putri yang ingin melanjutkan studi di malaysia.

“Dulu Malaysia belajar kepada Indonesia, tetapi sekarang mereka lebih cepat melakukan pertumbuhan industri, kini kita harus belajar dan berkesempatan menerapkan ilmu pada perusahaan-perusahaan industrial di situ,” tandasnya.

Sementara itu, CEO IKIM Datuk R Reghu menjelaskan bahwa, IKIM hanya bisa menerima 300 mahasiswa setiap tahunnya, Karena itu semua proses penerimaan mahasiswa termasuk kerja sama luar negeri harus mendapat persetujuan dari pemerintah.

“Kami memastikan bahwa 100 persen dari lulusan institute bisa mendapatkan pekerjaan pada industri-industri di Melaka, karena itu kami harus selektif menerima mahasiswa, Untuk Lombok Utara kita akan coba 25 orang terlebih dahulu,”ujarnya.

Lebih lanjut Datuk R Reghu menambahkan keunggulan IKIM adalah konsep pembelajarannya yang menggunakan pendekatan penggabungan Science, Technology, Engineering, and Mathematic (STEM) dalam satu kesatuan kurikulum pendidikan. Apa yang dipelajari mahasiswa bisa nyata dan sesuai dengan keperluan industri pekerjaan.

“Pendekatan ini tidak hanya memerlukan hard skill tetapi membangun soft skill mahasiswa untuk memiliki inovasi dan kreatifitas dalam pengembangan industri usaha. Keunggulannya menjadikan lulusan IKIM keluar dengan ijazah yang bisa diakui 70 negara termasuk Eropa,” tegasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here