LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Menurunnya lama tinggal wisatawan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang di akibatkan oleh beberapa faktor salah satunya seperti erupsi Gunung Agung di Bali beberapa waktu lalu dan erupsi Gunung Merapi Yogyakarta saat ini lantas tidak membuat pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar KLU) tinggal diam.

Menanggapi hal itu serta guna meningkatkan lama tinggal wisatawan di kabupaten termuda di NTB itu, Disbudpar KLU akan mengambil langkah kongkrit dengan memperbanyak event baik di tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air) maupun pada destinasi wisata darat.

“Untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan langkah kita kedepan yaitu memperbanyak event , yang kedua bagaimana kita menyiapkan destinasi wisata kita yang ada di daratan,” ungkap Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata KLU Muhammad.

Menurutnya, dengan memperbanyak event seperti menampilkan tarian-tarian tradisional di tiga gili dan menawarkan paket wisata menarik di daratan, pihaknya sangat optimis akan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan di bumi yang berjargon Tiuq Tata Tunaq itu.

“Event yang kita tawarkan nanti berupa tarian tradisional, sementara pada destinasi di daratan kita juga bisa kerjasamakan dengan manager hotel yang ada di tiga gili dan dengan para agent trevel untuk menarik minat wisatawan,” tandasnya.

Sementara untuk tempat pertunjukan berupa open stage tegas muhamad tentu itu tidak terlalu berpengaruh, karena pihaknya akan mencari alternatif lain untuk tempat penyelenggaraan pertunjukan.

“Open stage itu tidak terlalu berpengaruh kan nanti kita bisa kerja samakan dengan pihak hotel untuk tempat penyelenggaraan tarian-tarian ini, kan bisa juga di gelar di pinggir pantai, intinya kita akan perbanyak event untuk menarik wisatawan untuk lebih lama tinggal di KLU,” ujarnya.

Lebih lanjut Muhammad menjelaskan, untuk target lama tinggal sendiri, itu sesuai dengan target awal yakni sekitar tiga koma sekian itu, namun target tersebut banyak yang mempengaruhi, apalgi saat ini ada erupsi gunung merapai di Yogyakarta.

“Tetapi erupsi itu sejauh ini belum ada imbas ke pariwisata KLU,” pungkasnya.(Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
2
100%
angry

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here