KSB,KANALNTB.COM – Petani jagung di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, mulai menjerit. Pasalnya, harga jagung di pasaran mengalami penurunan saat akan memasuki musim panen.

Harga jagung di pasaran berada di posisi Rp 220 ribu perkwintal, dan harga ini tentu jauh lebih rendah dari tahun 2017 yang mencapai Rp 360 ribu perkwintal. Kondisi ini semakin diperparah dengan banyak petani jagung yang sengaja meminjam di Bank.

Melihat dari harga saat ini, kami pastikan sudah 92 persen dalam kondisi merugi, bagaimana kami bisa membayar cicilan bank dari uang yang kami pinjam. Untuk itu kami minta kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, supaya harga jagung juga memiliki harga dasar, sehingga ketika ada gejolak harga bisa diamankan,” ungkap Abdul, Kepada kanalntb.com, Senin(28/5).

Abdul juga mengatakan, di kecamatan Jereweh ada ratusan hektar lahan jagung saat ini sedang panen dengan kondisi harga yang anjlok. Jika persoalan ini tidak segera disikapi, maka persoalan petani terus merugi. Persoalan ini juga sering disuarakan oleh masyarakat, dengan harapan jagung juga bisa memiliki harga dasar sama seperti beras. Sehingga ketika harga jagung berada dibawah standar bisa diamankan oleh pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Peternakan (DPPP), melalui kepala bidang Pertanian dan Tanaman Pangan Syaiful Ulum, tidak menampik masalah ini terjadi di tingkat petani. Dan ini terjadi karena harga jagung selalu fluktuatif dan mengikuti harga pasar.

Sementara terkait dengan harga dasar jagung, pihaknya belum bisa merelisasikannya, karena harga dasar untuk pembelian jagung belum ditetapkan oleh Pemerintah. Pihaknya tetap berupaya ada solusi supaya masalah harga jagung tidak muncul setiap tahun.

“Ada salah satu langkah yang bisa dilakukan supaya harga jagung tidak lagi anjlok yakni dengan memperhatikan masalah Kadar Air (KA). Untuk kadar air 19 bisa mencapai harga Rp 260 ribu dan untuk KA 16-17 di harga Rp 300 ribu perkwintal jagung. Sebenarnya anjloknya harga jagung bisa disikapi dengan cara semakin menurunkan KA hingga 16. Jika cara ini diterapkan, maka hasilnya akan baik dan harganya tidak akan anjlok. Untuk itu, pihaknya sangat berharap kepada para petani jagung untuk bisa bersabar menunggu hingga KA bisa mencapai angka 16-17. Jangan terlalu memaksakan diri untuk buru-buru melakukan panen,” ungkap Kabid Pertanian dan Tanaman Pangan. (Dhev)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here