LOMBOK BARAT, KANALNTB.COM – Kesederhanaan dari sosok calon Gubernur Ali Bin Dachlan tidak pernah dibuat-buat, bahkan dirinya juga tidak merasa sungkan mencair bersama masyarakat. Selain tak memandang golongan agama mana pun, Ali Bin Dachlan pun juga ikut menari tarian Gandrung saat datang ke umat Hindu di Dusun Lamper, Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Perlu diketahui, tarian Gandrung diciptakan sebagai tari persembahan kepada para Dewa atas rahmat yang di berikan berupa panen yang melimpah kepada manusia. Dan dalam pementasannya, yang terlebih dahulu di tarikan adalah tari Gandrung kemudian disusul oleh tari Sanghyang. Tari Sanghyang Gandrung merupakan sebuah seni yang sudah termasuk ke dalam suatu Seni Sakral. Jika dilihat dari sudut seni, tari Sanghyang Gandrung ini memiliki nilai seni, hal ini bisa dilihat dari segi gerak tari, iringan gong, dan iringan lagu yang dapat menghibur serta memberikan tuntunan bagi orang yang menontonnya.

Menurut Ali Bin Dachlan, jenis kesenian yang ada di seluruh Indonesia merupakan sebuah karya yang harus dihargai dan dilestarikan. Oleh karenanya, dengan ikut menari maka itu sama saja memberikan generasi muda untuk senantiasa mencintai serta menghargai bentuk kesenian apapun yang ada di Tanah Air.

“Saya suka menari meskipun saya bukan penari. Dengan menikmati tarian maka itu membuat kita merasa mencintai kesenian di Indonesia yang beragam, kekayaan budaya dan seni harus dihargai,” tegasnya, Senin (14/5/2018).

Ali Bin Dachlan juga menyayangkan bahwa generasi muda di Indonesia lebih memilih budaya asing ketimbang budaya di Tanah Air, padahal dengan melihat wisatawan yang datang ke Indonesia, mereka begitu kagum terhadap kesenian di Tanah Air. oleh karena itu hal ini menjadi pelajaran besar buat generasi muda.

“Cintailah dan hargailah diri Anda sendiri, dengan cara demikian maka anda bisa mencintai apa yang dimiliki oleh Indonesia termasuk kesenian dan budaya. Dengan cara demikian maka secara otomatis budaya di Tanah Air semakin mendunia,” bebernya.

Pria yang maju menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat di 2018 yang berpasangan dengan TGH Lalu Gede Sakti ini juga meminta kepada seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk senantiasa bergandeng tangan, menjaga toleransi beragama, dan saling menghormati satu sama lain sehingga terbentuk kekuatan masyarakat yang bisa menciptakan suasana kedamaian di Nusa Tenggara Barat, karena keamanan adalah ibu dari pembangunan

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat di Nusa Tenggara Barat untuk saling menjaga satu sama lain, kejadian di Jawa Timur bisa menjadi contoh buat seluruh masyarakat di Nusa Tenggara Barat agar tidak terpengaruh atas daya tipu untuk membawa masyarakat jatuh ke lubang yang salah. Terlebih di Nusa Tenggara Barat yang memiliki keberagaman agama. Agama manapun tidak ada yang mengajarkan untuk melakukan bunuh diri apalagi sampai membunuh orang, termasuk di agama Islam. Bunuh diri saja sudah dosa besar apalagi sampai membunuh orang, tentu dosanya dua kali lipat. Tidak ada dalam agama mana pun dengan melakukan hal demikian amal serta ibadah manusia berada di samping Allah,” tutupnya. (Tim)

3
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here