LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Mendekati bulan suci ramadan, calon Gubernur Ali Bin Dachlan terus menanamkan iman kepada masyarakat, termasuk saat datang ke Desa Pandan Duri, Kecamatan Terara, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ali Bin Dachlan menyadari bahwa momentum ramadan ditunggu seluruh umat muslim, bulan suci ramadan dirindukan seperti kekasih, ada rasa gemetar, segar dalam diri masyarakat yang beriman. Masyarakat harus mempersiapkan diri dalam menjalankan ibadah berpuasa, ibadah tarawih.

“Situasi ini harus terus dipertahankan oleh Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok Timur harus penuh sejahtera yang penuh kebatinan dalam bingkai persatuan dan kesatuan negara,” ucapnya, Rabu (9/5/2018).

Diakuinya, selama ramadan maka masyarakat harus memberikan zakat, karena melalui cara ini merupakan salah satu usaha mencapai kesejahteraan lahir dan batin.

“Lihatlah belahan dunia sekarang, apakah orang-orang Timur Tengah tidak memiliki uang namun batin tidak sejahtera. Oleh karenanya banyak peperangan. Berbeda di Indonesia penuh keimanan,” tambahnya.

Menurutnya, di Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat banyak masyarakat belajar Al-Qur’an, dengan cara ini meningkatkan iman dan taqwa.

“Jagalah iman dengan baik, dengan corak bentuk kepemimpinan maka dengan adanya zakat yang dilakukan setiap bulan menjadi salah satu cara perduli buat masyarakat,” lanjutnya.

Ali Bin Dachlan mengatakan bahwa zakat adalah langkah dalam membantu masyarakat yang notabenanya memiliki kehidupan tidak mampu.

“Banyak orang menentang saya di tahun 2006 soal zakat. Saya kasihan dengan orang yang menentangnya perihal tidak mau membayar zakat, saya di demo setiap hari tapi saya tidak bergetar sedikit pun. Karena inilah prinsip saya untuk mengutamakan zakat,” paparnya.

Bahkan, mendekati momentum pilkada dirinya meminta agar masyarakat harus menggunakan hati nurani.

“Memikirkan perubahan untuk negara maka itu sama saja tadarus, berpikirlah untuk positif demi kepentingan bersama bukan buat kepentingan golongan,” urainya.

Selain itu, Ali Bin Dachlan juga meminta kepada masyarakat jika menemukan ada kepala daerah yang berprilaku sesuka hati maka masyarakat jangan khawatir untuk melaporkan kepada pihak berwajib.

“Jika ada pemimpin yang menekan kepala dinas demi kepentingan pribadi maka laporkan kepada pihak berwajib, karena pemimpin seperti itu penjahat, pemimpin yang menanam benih korupsi,” pungkasnya. (Tim)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here