MATARAM, KANALNTB.COM – Sebanyak 5 SMA Negeri di NTB telah diusulkan berubah menjadi SMK oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB bersamaan dengan usulan perubahan SMKN 8 Mataram kepada Gubernur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muh.Suruji M.Pd, menjelaskan bahwa pengusulan ke-5 SMA yang akan diubah menjadi SMK tersebut dikarenakan prinsip pengembangan SMK adalah berdasarkan potensi yang ada di tempat tersebut.

“SMK itu kan hajat pendiriannya untuk menampilkan tenaga kerja kelas menengah, bisa bekerja kepada orang atau mengembangkan usaha sendiri. Oleh karena itu mengembangkan SMK itu rumusnya sederhana, kembangkanlah SMK itu sesuai dengan potensi lingkungan yang ada,” jelasnya, Selasa (22/05).

Lebih lanjut Muh.Suruji memaparkan, ke-lima SMA yang dimaksud adalah SMAN 2 Tanjung Kab.Lombok Utara, SMAN 2 Pringgarata Kab.Lombok Tengah, SMAN 1 Badas Kab.Sumbawa, dan dua SMA di Bima yakni SMAN 2 Suromandi dan SMAN 3 Langgudu.

“Alasan pertama yang menjadi titik tolak kenapa kita mengusulkan perubahan SMA menjadi SMK itu, semisalkan SMAN 2 Tanjung, kita usulkan karena dia bersaing dengan SMA tetangganya, dia bersaing dan tidak laku. Maka kemudian kita berpikir bagaimana me-reengeneering bagaimana supaya lebih bermanfaat. Begitu juga dengan SMA yang ada di Pringgarata, kalah saing dengan SMA tetangga.

Sedangkan kalau Sumbawa itu, berdasarkan tempat sekolahnya yang ada di pulo Moyo sebagai tujuan wisata ekslusif, maka yang lebih dibutuhkan adalah SMK dengan kompetensi keahlian pariwisata dan perikanan kelautan. Sama juga dengan SMA yang ada di Bima letaknya yang di pinggir pantai yang potensi kelautan dan pertaniannya luar biasa,” jelasnya.

Sementara itu, pengajuan usulan yang telah dilakukan Kadis Dikbud tersebut hanya menunggu persetujuan dari gubernur saja, apakah menyetujui atau ditolak.

“Kami membuat kajian lalu mengusulkan, tapi yang memutuskan dan menetapkan kelembagaan adalah SK Gubernur. Kalau bapak gubernur setuju, maka dalam penerimaan peserta didik baru nanti dia yang semula SMA akan berganti kulit menjadi SMK,” ungkapnya.

Muh.Suruji sendiri berharap kedepannya masyarakat lebih antusias melanjutkan pendidikan di SMK guna menjawab tantangan bonus demografi yang akan terjadi di Indonesia.

“Ya kita berharap kedepannya akan semakin banyak anak-anak muda yang bersekolah di SMK yang berkualitas yang kompetensi keahliannya itu memang dibutuhkan oleh dunia kerja. Karena 2025 kita akan menghadapi bonus demografi, dimana bangsa akan selamat jika sebagain besar penduduknya produktif. Kalau kita bisa mencetak SMK yang sebanyak-banyaknya, maka setelah tamat dia bisa mengembangkan usaha mandiri. Dia akan produktif,” tandasnya. (Dewi)

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here