MATARAM, KANALNTB.COM – Meninggalnya Fahrurrozi alias Ojik, salah seorang pendaki gunung Rinjani Jum’at (21/4) menyisakan kesedihan yang mendalam bagi orang-orang terdekat. Terutama bagi sang ibu tercinta.

Ibunda almarhum, Yanti, sangat shock mendengar kabar meninggal anaknya tersebut. Bagaimana tidak putranya yang masih duduk di bangku SMA yang ia sangat cintai baru saja menyelesaikan ujian nasional harus pergi untuk selama lamanya.

Pada Minggu pagi (22/4), Yanti, yang ditemui kanalntb.com masih nampak terkulai lemas sambil memeluk baju kaos anak kesayangannya tersebut. Ia masih tak percaya putranya telah tiada.

Sambil terisak, ia mulai mengenang sosok anak yang begitu dicintainya.

“Anaknya baik, dari kecil sudah rajin sholat. Apa-apa dia mau kerjakan, disuruh masak dia mau. Setelah sekolah katanya dia mau kerja,” isaknya.

Ibunda almarhum, Yanti, sangat shock mendengar kabar meninggal anaknya. (Foto: kanalntb.com/dewi)

Sebelum mendapat kabar bahwa anaknya telah meninggal, ia mengaku mendapat firasat yang buruk sebelumnya.

“Sehari setelah di sana (Rinjani:red), saya bermimpi. Dia pulang, berdiri di depan pintu. Tapi bajunya sangat jelek. Perasaan saya sudah tidak enak sejak itu. Tidak pernah tidur saya, mikirin Ojik,” kisahnya sambil menyeka air mata.

Sementara itu, Yanti sangat menyesalkan kepergian almarhum yang tidak bisa dihubungi saat mendaki. Dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan anak sulungnya tersebut setelah berangkat ke Rinjani, karena ponsel genggam korban dijual untuk berangkat mendaki.

“Kami tidak bisa menelpon. Hp nya dijual, karena tidak punya uang untuk pergi. Dia jual hp nya seharga 400 ribu, uangnya dia bagi dua. Untuk dia 200 ribu dan saya dikasih 200 ribu,” ungkap Yanti di sela-sela isak tangisnya.

Ia sebenarnya telah melarang anaknya untuk ikut dalam pendakian tersebut. Karena ia tahu anaknya tidak bisa terkena hawa dingin. Namun Ojik tetap bersikeras untuk ikut akhirnya dengan berat hati disetujuinya.

“Saya sudah melarang. Karena anaknya tidak bisa kena hawa dingin. Kena air pagi aja dia sudah bersin-bersin. Tapi dia tetep minta ikut pergi, katanya banyak temennya. Terus pas berangkat dia berpamitan kepada saya dan bapaknya,” kisah Yanti.

Sambil tetap memeluk baju yang sering dikenakan Ojik, Yanti mengaku tahu anaknya telah meninggal setelah ada yang datang mengabarinya ke rumah.

Yanti dan keluarga akhirnya hanya pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada yang Maha Kuasa. Ia meminta doa seluruh keluarga dan sahabat untuk keselamatan almarhum. Semoga amal kebajikannya diterima Allah SWT. Rencananya Fahrurozi akan dimakamkan siang ini, setelah solat Zuhur. (Dewi)

11
8%
like
3
2%
love
4
3%
haha
0
0%
wow
102
81%
sad
7
5%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here