KSB, KANALNTB.COM – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus melakukan lompatan memerangi kemiskinan.

Kali ini, pemerintah setempat melalui trobosan barunya yaitu akan memberikan uang sebesar Rp 200 ribu/bulan kepada keluarga miskin.

Kepada Wartawan, Kamis(12/4) Kepala Dinas Sosial, Kabupaten Sumbawa Barat, dr. H. Syaifuddin mengatakan, nominal tersebut sudah diatur dalam Perbup nomor 57 tahun 2018 tentang perlindungan sosial dan pemberdayaan fakir miskin dan masyarakat tidak mampu.

Dikatakan Kadis Sosial, sebanyak 1.586 kepala keluarga (KK) di KSB masuk dalam kategori miskin. Data tersebut merupakan data real angka kemiskinan yang belum lama ini di deklarasikan. Mereka yang masuk dalam kategori miskin itu sudah dinilai berdasarkan 16 kriteria penilaian menggabungkan kriteria Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial RI.

“Sumber anggaran untuk kegiatan itu dari Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan yang berinvestasi di Bumi Pariri Lema Bariri ini,” terangnya.

Untuk mengakomodir CSR dana segar dari perusahaan-perusahaan itu, pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akan membuat rekening penampungan satu rekening. Setelah dana terkumpul, dana tersebut selanjutnya akan ditransfer ke masing -masing penerima.

“Dana yang diterima oleh keluarga miskin itu merupakan dana perlindungan sosial. Untuk hal teknis seperti kapan direalisasikan rencana ini, tengah dimatangkan oleh tim penanganan pengentasan kemiskinan KSB,” terangnya.

Tidak sampai disitu saja ‘jurus’ Pemkab Sumbawa Barat upaya pengentasan kemiskinan. Tetapi, mereka yang 1.586 kk terinci dalam 4.483 jiwa itu juga akan mendapatkan pemberdayaan yang didalam tekhnisnya dibagi dalam tiga kategori.  Untuk kategori I, diisi oleh usia lanjut, kategori II, diisi oleh keluarga yang memiliki potensi untuk diberdayakan dengan pemberian modal usaha kelompok atau pribadi dan kategori III, diiisi oleh keluarga miskin yang sudah memiliki usaha kecil-melanjutkan usahanya.

“Mereka yang mendapatkan pemberdayaan, tetap kami dampingi menuju tangga keluarga mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.

Disinggung mengenai penerima kartu bariri dan pariri mendapatkan bantuan tersebut, tidak menutup kemungkinan mereka juga akan kena jika namanya masuk dalam keluarga miskin itu,” ungkap H. Syaifuddin.(Dhev)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here