MATARAM, KANALNTB.COM – Beredarnya isu-isu yang mendeskreditkan dan memfitnah Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGH Muhammad Zainul Majdi membuat Tim relawan Tuan Guru Bajang (TGB) dan Pemuda Nahdatul Wathan meradang.

Bahkan, Tim relawan TGB bersama kuasa hukum dari Pemuda Nahdatul Wathan akan melaporkan sejumlah oknum dan kelompok tertentu yang selama ini telah menyudutkan nama dan merusak citra Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi ke Polda Nusa Tenggara Barat dan Mabes Polri.

Ketua Relawan Tim Tuan Guru Bajang (TGB) M Nashib Ikroman di Mataram, Selasa, (24/4) mengatakan jika selama ini ada upaya oknum dan pihak tertentu yang sengaja menyebarkan isu serta propaganda untuk mendiskreditkan dan memfitnah Gubernur NTB, yakni TGB. Ia mencontohkan, politisi kawakan M Hatta Taliwang dan LSM Fitra yang mempermasalahkan penjualan saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) yang menyudutkan TGB.

“Isu penjualan saham ini selalu yang jadi prime itu personal Gubernur NTB dan pribadi TGB. Di dalam pemberitaan media dan diskusi-diskusi selalu saja TGB. Hampir semua pemberitaan baik yang berkembang di media sosial yang diangkat bertanggung jawab itu adalah Gubernur NTB,” katanya.

Menurut dia, penjualan saham tersebut murni bisnis to bisnis (B to B) dan pemegang saham tidak hanya Pemprov NTB tetapi ada dua daerah lainnya (Pemkab Sumbawa Barat dan Sumbawa, red) yang menyepakati penjualan saham tersebut. Namun, mengapa hanya TGB yang diserang dan menjadi sorotan, padahal penjualan saham tersebut juga atas dasar persetujuan dua daerah pemilik saham lainnya setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Titik kesabaran kami tidak bisa ditolerir dan sabar ada batasnya. Itu sangat mengganggu kami, bahkan sudah kami anggap bisa dibawa ke ranah hukum,” ucap M Nashib Kiroman.

Ia juga mempersoalkan adanya oknum atau LSM yang mengungkit kehilangan dr Mawardi. Bahwa hilangnya mantan Dirut RSUP NTB itu karena TGB. Menurut Nashib Ikroman persoalan dr Mawardi sudah ditangani Polda NTB. Karenanya ia menilai tudingan kehilangan dr Mawardi adanya campur tangan TGB adalah salah alamat. Sebab, persoalan orang hilang menurutnya merupakan ranah kepolisian.

“TGB telah berupaya maksimal untuk menemukan dr Mawardi. Lalu kalau belum ketemu, lantas jangan dikaitkan ke TGB. Karena ranah kepolisian untuk menemukan itu,” tegasnya.

Selain itu, Ketua Bapilu DPD Partai Demokrat NTB tersebut juga sangat menyesalkan sejumlah pihak baik yang ada di NTB maupun di Jakarta yang mempersoalkan terkait kunjungan Gubernur NTB ke sejumlah daerah, dimana kunjungan tersebut dinilai mengganggu kinerja Pemerintah Provinsi. Padahal, apa yang dilakukan Gubernur dua periode tesebut, sebagai upaya untuk mengenalkan NTB ke tingkat nasional.

Untuk itu, pihaknya bersama sejumlah organ pendukung TGB lainnya akan menempuh langkah hukum dengan melaporkan sejumlah pihak yang menyudutkan TGB ke Polda NTB dan Mabes Polri.

“Kami minta cara-cara seperti ini agar dihentikan. Karena apa yang disampaikan tersebut kami melihat sudah dilakukan secara sistematis dengan sudah menyerang, memfitnah TGB secara pribadi maupun selaku gubernur. Makanya, kami akan melaporkan oknum yang secara sengaja menyudutkan TGB itu,” urainya.

Sementara itu, tim kuasa hukum relawan TGB dan NW, Herman Syahputra menilai apa yang telah dilakukan oknum tersebut adalah tuduhan yang tidak berdasar dengan menyebut TGB sudah melakukan tindakan korupsi.

“Itu semua adalah tuduhan yang tanpa melalui proses hukum dan ketetapan peradilan. Argumen-argumen seperti itu sangat tidak layak, apalagi disampaikan tidak sesuai bukti dan fakta. Kalau secara hukum mestinya harus berlandaskan bukti dan fakta, bukan fitnah. Selain fitnah, apa yang terjadi saat ini sudah bentuk pencemaran nama baik terhadap TGB,” jelasnya.

Kuasa hukum lainnya Imam Sofyan, mengungkapkan apa yang terjadi pada TGB sudah menyangkut tindakan pidana dan pencemaran nama baik. Sehingga, layak untuk dilaporkan.

Bahkan saat ini pihaknya telah membentuk tim kuasa hukum yang terdiri dari enam laywer yang akan mengawal laporan ke pendiskreditan terhadap TGB tersebut. Imam menyatakan bukti penyebaran informasi hoax tentang TGB di media sosial sudah dikantongi. Pihaknyapun kata Imam dalam waktu dekat akan melaporkan persoalan tersebut ke Polda NTB dan Mabes Polri.

“Kami telah membentuk tim kuasa hukum untuk melaporkan dan mengawal penyebaran berita fitnah terhadap TGB, materi laporan sedang kami susun dan bukti-bukti penyebaran fitnah serta upaya mendiskreditkan TGB sudah kami kantongi,” tandas Imam Sofyan. (Pur)

23
92%
like
2
8%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

1 COMMENT

  1. Hanya orang-orang yang berotak level bawah yang tidak mengerti langkah TGB atau tidak memiliki kecerdasan…mereka inilah kelompok sakit hati serta iri dan dengki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here