MATARAM, KANALNTB.COM – Persaingan menuju kursi anggota DPD RI dapil NTB pada Pilleg 2019 diprediksi mulai seru. Perebutan menjadi legislator ini mulai diramaikan pelbagai isu qkinerja para calon senator terutama para senator petahana.

Salah satu calon anggota DPD RI dapil NTB asal Dompu yang akan maju di Pileg 2019, Moh Kisman Pangeran, misalnya ia menilai peran para senator terdahulu masih minim. Ia pun mengkritisi kinerja petahana.

Mantan wartawan di NTB ini menilai salah satu senator DPD RI, misalnya, dalam melaksanakan peran sebagai senator masih belum semestinya. Kisman menganggap aktivitas sang senator yang mengurus sampah dan narkoba terlalu “ecek ecek” (sepele) untuk peran seorang senator. Perihal yang ikut diurus menurut Kisman sudah ada yang membidanginya.

“Kok senator urus sampah dan motivator orang agar tak terjerumus narkoba? Ecek2 amat mainannya?,” sebut Putra keturunan kesultanan Dompu ini.

Menurut Kisman, soal sampah dan narkoba itu sudah ada masing- masing yang mengurus.
Kecuali misalnya dalam soal penanganan sampah dibantu cara mengatasinya dengan menggunakan teknologi yang tepat.

“Ini bisa dilakukan dengan mencarikan investor yang minat di bidang pengelolaan sampah atau memperjuangkan dananya dari APBN untuk pengadaan alat pengolahan sampah yang modern,” urainya.

Menurut Kisman posisi DPD itu sangat strategis sebagai duta suatu propinsi untuk memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan masing- masing daerah kepada pemerintah pusat. Hal itu dilakukan melalui keikutsertaan dalam pembuatan legislasi yang menjadi domainnya yaitu UU di bidang agama, pendidikan dan perpajakan, termasuk UU Otda. Serta memperjuangkan agar daerahnya mendapat dana bantuan pusat dalam bentuk DAU dan DAK sebanyak-banyaknya bagi keperluan pembangunan daerah yg diwakili anggota DPD. Untuk itu anggota DPD harus rajin mencari tahu dan menggali apa apa yang dibutuhkan dan diinginkan  masyarakat terkait peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.

Soal kedudukan anggota DPD yang tidak sestrategis DPR menurut Kisman persoalannya ada pada UU MD3 yang tidak memberikan kewenangan yang sama seperti kedudukan DPR. Tapi dengan UU MD3 hasil amandemen terakhir, menurutnya posisi senator akan lebih kuat dari sebelumnya seperti pemberian porsi mengawasi DAK dan DAU.

“Sementara ini karena UU MD3 itu yang menurut saya yang membatasi gerak anggota DPD,” ungkapnya.

Dalam pileg 2019 nanti Moh Kisman Pangeran tidak memasang target muluk. Dia hanya menginginkan lolos sebagai anggota DPD minimal dengan 200 ribu suara. Dengan perolehan tersebut ia ingin berjuang membantu pembangunan masyarakat NTB ke depan yang lebih baik. (hmn)

1
50%
like
1
50%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here