MATARAM, KANALNTB.COM – Pengamat politik dari UIN Mataram, Agus, M.Si menilai politikus loncat pagar atau berpindah partai politik adalah fenomena lemahnya kaderisasi partai. Dan masyarakat sudah mulai pragmatis lebih melihat figuritas bukan lagi idiologi partai.

Meskipun lazim terjadi dalam perpolitikan di Indonesia, kata Agus, bukan berarti perilaku seperti itu bisa dianggap angin lalu karena hal itu justru menunjukkan lemahnya kaderisasi di tubuh partai politik.

” Ada kegagalan partai dalam melaksanakan fungsi kaderisasi. Artinya, partai gagal memberi jaminan pada kepastian orang untuk berkarir di partainya. Akibatnya ketika orang merasa terancam pada partainya maka orang akan memilih pindah ke partai lain,” katanya kepada kanalntb.com, Rabu (18/4).

Faktor yang membuat partai gagal melaksanakan fungsi kaderisasinya adalah karena partai terjebak pada pragmatisme. Menurut Agus, sudah bukan rahasia lagi bahwa penentuan nomor urut dalam daftar caleg yang diajukan partai salah satunya dipengaruhi oleh jumlah mahar politik.

“Ini yang merusak manajemen organisasi partai,” katanya.

Menurut dia fenomena politikus kutu loncat menjadi kabar buruk bagi rekrutmen elit partai politik sekaligus elit nasional.

“Saya membaca fenomena politik lompat pagar karena perilaku memilih masyarakat kita selain pragmatis juga berorientasi pada figuritas, bukan pada ideologi partai,” tandasnya.

Alasan berpindah partai memang bisa beragam. Namun, menurut Agus, kebanyakan, diakui atau tidak diakui, lebih demi kepentingan pribadi.

“Dia itu merupakan rasionalitas individu. Harus dipahami bahwa setiap individu akan melakukan apa yang paling menguntungkan menurut kalkulasinya.
Maka politisi kita juga berpikir pragmatis, yang penting dikenal masyarakat dan memiliki modal yang cukup pakai partai manapun bisa menang.
Situasi politik ini yang menyebabkan fenomen lompat pagar kerap terjadi pada pemilu legislatif kita,” katanya.

Menjelang Pemilu 2019, sejumlah politikus di Nusa Tenggara Barat memilih pindah partai sebagai kendaraan baru. Di antaranya Cawagub nomor urut 1, H Muh. Amin yang pindah dari Golkar ke Nasdem. Dan yang terbaru adalah politisi yang sempat menjadi bakal Calon Gubernur NTB, H Subuhunnuri yang pindah dari Partai Hanura ke Partai Amanat Nasional dan kini diberitakan maju menjadi Caleg DPR RI dapil NTB. (Pur)

0
0%
like
0
0%
love
1
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here