LOMBOK BARAT, KANALNTB.COM – Calon gubernur NTB yang didukung 6 partai koalisi membantah penilaian bahwa partai partai yang mendukung Ahyar-Mori tak kompak (solid).

Menurut Ahyar isu tak solid tersebut hanya isu yang dihembuskan dari luar partai pendukungnya. Ia justru memastikan semua partai yang berada di belakang dirinya masih kompak.

“Solid mesin partai kami, kita sangat mengerti, dinamina politik dengan sekian banyak kader. Tetap solid, cuma ritmenya  beda-beda, orang saja yang menghembuskan isu tersebut. Itu biasa dalam politik,” tukasnya.

Demikian disampaikan Cagub nomor urut 2 tersebut saat menyambangi pimpinan Ponpes Darunnajah, Duman, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat (Lobar), KH M Anwar MZ.

Mendapat kunjungan Walikota dua periode tersebut, secara pribadi Anwar MZ mengaku tertarik dengan Ahyar Abduh lantaran pengalamannya memimpin Kota Mataram yang dinilai sukses. Selain itu Ahyar juga dipandang memiliki konsep pemerintahan yang mengayomi masyarakat secara utuh.

Menurutnya Anwar konsentrasi Ahyar yang akan membangun pondok pesantren juga menjadi nilai positif sehingga layak mendapat dukungan.   “ Ahyar akan mengayomi masyarakat secara utuh, tidak mengkotak-kotakkan masyarakat. Selain itu kesangggupan Ahyar membangun ponpes juga menjadi daya tarik kami,” ujarnya.

Ditengah kondisi kesehatan yang sedang menurun, Anwar MZ yang juga mantan Ketua DPW PPP NTB ini menilai bahwa  Ahyar Abduh memiliki kriteria pemimpin dalam Islam berupa ilmu pengetahuan dan penampilan atau performa. Dua standar ini penting untuk menjadi pertimbangan pemilih sebelum memutuskan pilihan.

Mendapat pernyataan dukungan tersebut TGH Ahyar Abduh menyatakan bahwa pihaknya selama ini sangat dibantu oleh keputusan para tokoh agama dalam menentukan pilihan di pilkada ini. “Kalau belum ada tokoh yang bicara, kita gamang, belum ada kepastian, hanya prediksi-prediksi, kita butuh kepastian itu,” tegas Ahyar.

Ahyar mengaku setiap hari blusukan, terjun ke masyarakat untuk meminta dukungan dari para Tuan Guru, tokoh masyarakat dan simpul masyarakat lainnya. Banyaknya dukungan dari kelompok masyarakat selama ini menjadi spirit yang besar dalam politik. “Alhamdulillah dapat sambutan seperti ini, ini akan menambah spirit saya. Ini akan jadi kekuatan bagi saya melangkah melakukan ikhtiar politik,” tuturnya.

Dalam satu hari, Ahyar bisa melakukan pertemuan bahkan sampai 10 kali dengan kelompok masyarakat yang berbeda. Menurutnya, semakin banyak melakukan pertemuan, dukungan juga akan semakin besar yang mengalir. “ Saya biasa keluar jam 9 pagi, belusukan, silaturahim dengan berbagai kalangan sampai malam. Sampai jam 10 malam kadang-kadang,” tuturnya.

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur H Ahyar Abduh – H Mori Hanafi (Ahyar-Mori) diusung partai Gerindra 8 kursi, PPP 6 kursi, PAN 5 kursi, PDI-P 5 kursi, Hanura 5 kursi dan PBB 2 kursi sehingga totalnya 21 kursi.

Dari keenam partai tersebut dua partai tampak kurang terlibat dalam setiap kegiatan sosialisasi pemenangan paslon. (Pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here