LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah melakukan berbagai rangkaian simulasi bencana yang menyertakan siswa SMAN 1 Praya Barat, Kamis (26/4).

Sekda Lombok Tengah, HM Nursiah mengatakan, setiap tahun dilaksanakan HKB Pemkab Loteng selalu mengisinya dengan simuliasi. Tujuannya memberikan edukasi bagi masyarakat, sehingga setiap bencana terjadi sesuai dengan jenisnya, masyarakat sudah ada ilmunya, pengalamannya dalam menghadapi tanggap bencana.

“Kita harapkan juga selain masyarakat, petugas juga bisa cepat tanggap dalam setiap bencana yang datang,” ungkap Nursiah di halaman SMAN 1 Praya Barat lokasi dilaksanakan HKB tahun ini.

Kemudian, pengalaman pemerintah dalam setiap menindak bencana, selalu siaga. Buktinya, dalam setiap bencana yang datang, pemerintah langsung turun menyikapi dan menanggapi bencana yang ada. Misalnya, melakukan inventarisir korban dan kerugian yang terjadi akibat bencana yang datang.

“Bila ada korban, kami langsung tindak dengan memberikan perawatan yang intensif,” ujarnya.

Sementara, dukungan pemerintah terhadap anggaran, ia katakan sudah maksimal. Artinya sudah sesuai dengan kebutuhan dalam menanggapi tanggap bencana.

“Di Loteng juga belum terlalu tedensius terhadap bencana yang terjadi. Maksud masih dalam katagori aman,” tandasnya.

Sementara Kepala BPBD Loteng, H Muhammad mengatakan, untuk kegiatan HKB, pihaknya baru dua kali melaksanakannya. Pertama dicanangkan tahun 2017 yang dilakukan di SMAN 1 Praya Tengah.

Kemudian, dasar dilakukan HKB, yakni surat Kepala BNPB no. B.227/Ka-BNPB/PK.03.01/03/2018 tertanggal 28 Maret 2018 tentang iimbauan simulasi evakuasi bencana serentakseluruh Indonesia.
Sementara maksud dilakukan HKB kata Muhammad, membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan cara membangun partisipasi semua pihak. Adapun tujuan pelaksanaan, yakni membangun kapasitas dan kapabilitas semua pihak terkait kesiapsiagaan bencana.

“Untuk tema kali ini yakni siaga bencana dimulai dari diri kita, keluarga dan komunitas,” katanya.

Sementara, di Lombok Tengah ada 10 bencana yang harus diantisipasi, diantaranya banjir, angin puting beliung, kebakaran, gempa bumi, erupsi gunung berapi yakni gunung Rinjani, tsunami dan lainnya.

“Untuk sementara ini yang paling kita terus antisipasi, banjir, angin puting beliung, kebakaran dan gempa bumi,” kata Muhammad. (Dik)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here