LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kabupaten Lombok Utara (KLU) meminta kepada pemerintah untuk memprioritaskan penanganan medis untuk perempuan dan anak korban kekerasan.

Ketua LPPA KLU Bagiarti, menjelaskan kekerasan kepada perempuan dan anak masih minim kontrol dari masyarakat serta acap kali pihaknya sebagai tim advokasi telat mendapat laporan dari masyarakat.

“Kasus yang banyak terjadi di masyarakat juga seringkali tidak dilaporkan oleh aparat dusun ke pemerintah atau lembaga terkait,” ujarnya, Rabu (11/4).

Untuk saat ini lanjut dia, pihaknya tidak menampik, jumlah kasus kekerasan memang terlihat menurun, namun pihaknya menduga masih banyak kasus kekerasan yang tidak dilaporkan.

“Kasus kekerasan terhadap anak yang terakhir kita tangani adalah pemerkosaan terhadap anak usia 11 tahun yang dilakukan tetangganya,” bebernya.

Lebih lanjut pihaknya berharap kedepan supaya korban kekerasan terhadap perempuan dan anak ini menjadi prioritas pelayanan baik di Puskesmas dan rumah sakit.

“Kita di LPA telah berupaya berkoordinasi maksimal dengan Dikes dan rumah sakit. Tetapi namanya oknum masih ada yang tidak memahami sehingga pelayananannya pun sama dengan pasien lain,” katanya. (Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here