LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mendorong masyarakat untuk terus melestarikan serta mengembangkan keseninan dan kebudayaan yang ada, khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.

“Kami mendorong agar kesenian dan kebudayaan yang ada dapat dipertahankan dan dikembangkan, sehingga generasi muda tidak kehilangan kebudayaan dan kesenian yang ada di Loteng,” ungkap Kasubdid Seni Rupa Direktorat Kesenian Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Susiyanti ketika membuka pergelaran seni budaya dengan tema ‘Ragam Budaya Tastura’ Minggu malam (7/4) di Bencingah Alun-Alun Tastura.

Dihadapan, Kepala Dinas Pendidikan Loteng, H Sumum, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Loteng, HL Muhammad Putria, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Loteng, HL Dipta dan semua undangan, Susiyanti menyanjung keberhasilan Ketua Sanggar Tari Rahayu, I Ketut Sri Rahayu Ningsing yang telah berhasil mewadahi para seniman arau pelaku seni yang ada di Loteng, sehingga kesenian dan kebudayaan yang ada di Loteng bisa dipertahankan dan dikembangkan.

“Kami (Kemendikbud) akan terus memberikan dukungan dan motivasi. Namun, kami juga berharap ada dukungan dari pemerintah setempat, untuk memberikan dukungan, sehingga seni budaya yang ada di Loteng bisa terus dipertahankan,” katanya.

Salah satu bentuk keseriusan dalam mengembangkan seni budaya, beberapa waktu lalu pihaknya telah mengirim seniman masuk desa. Dimana, para seniman ini akan mengajar beberapa kesenian yang mereka miliki.

“Tidak hanya itu, kami juga mengirim anak-anak SMA se Indonesia ke Lombok untuk belajar kesenian yang dimiliki,” tandasnya.

Plt Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri yang diwakili Kadis Pendidikan Loteng, H Sumum mengatakan, kegiatan seni budaya yang ada di Loteng ini akan dapat meningkatkan keinginan wisatawan untuk datang ke Lombok Tengah, apalagi saat ini Loteng sedang berbenah di sektor pariwisata, khususnya telah ditetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta, Pujut, Loteng.

“Kegiatan ini pantas diberikan apresiasi, karena telah memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan pariwisata,” terangnya.

Namun, pihaknya berharap tidak sampai disini pemerintah pusat, khususnya Kemendikbud RI memberikan dukungan dan motivasinya, melainkan terus menurus. Artinya, kegiatan ini tidak hanya sebatas malam ini saja, tapi bisa berkelanjutan.

“Kami di daerah masih membutuhkan bantuan, dukungan dan motivasinya dalam mengembangkan seni budaya yang ada di Loteng,” ujarnya.

Ketua Panitia, Lalu Dedy Purnawan mengatakan, pergelaran ini merupakan yang perdana. Sehingga, ia berharap kegiatan ini bisa terus terlaksana.

“Kami berharap pemerintah pusat dan Pemda untuk tetap bisa mendukung kegiatan ini, guna melestarikan seni budaya yang ada,” katanya.

Seni yang dipentaskan, gamelan, tari rudat, tari dulang penamat, tari gandrung, ciloxak, tari dewi-dewi, tari asih trasne, sendratari ‘sabuk bidadari’ dan rue rase project. (DIK)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here