SELONG, KANALNTB.COM – Terkait kasus penataan kawasan pusuk Sembalun, asisten III setda Lombok Timur (Lotim) diperiksa kepolisian resor Lotim, tadi pagi, (17/4). Kepolisian tidak menjelaskan item pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Iya hari ini asisten III sudah diperiksa. Ada pemeriksaan ulang,” ujar Kasatreskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo kepada wartawan.

Mantan Kasatreskrim polres Lobar tersebut pekan lalu memang menjanjikan akan menetapkan tersangka. Namun, penetapan tersangka masih ada kendala.

“Ini karena ada (saksi kunci_Red) yang meninggal,” terangnya.

Dengan tidak bisa dihadirkannya saksi kunci yang meninggal tersebut, rangkaian kronologisnya menjadi terputus. Dengan demikian, sinkronisasi keterangan belum ada titik terang. Karenanya, lanjut Joko, dilakukanlah pemeriksaan ulang.

Lebih lanjut, sejumlah pihak yang sudah dimintai keterangan yakni pihak kontraktor dan asisten III itu sendiri.

Ditanya, lantas kapan akan ditetapkannya tersangka? Joko belum bisa memastikan. Sebab hal itu tergantung dari hasil pemeriksaan.

“Cepat selesai pemeriksaan, cepat kita tetapkan tersangka,” jawab Joko diplomatis.

Diketahui, proyek penataan kawasan pusuk Sembalun dinilai janggal dalam pengerjaannya. Proyek ini menelan anggaran keseluruhan sebesar Rp2 miliar. Dari total anggaran itu, sebesar Rp1,6 miliar dialokasi untuk pembangunan fisik dengan nama proyek penataan prasarana Pusuk Sembalun dengan melakukan pembangunan sejumlah fasilitas fisik di tiga titik, seperti pembuatan gapura di Sebau, penataan Pusuk Sembalun, serta pembuatan gerbang selamat datang di Sembalun Lawang. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here