LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Kasus balita dengan tinggi badan rendah atau stunting muncul karena sejumlah sebab. Termasuk, akibat peran orang tua dan keluarga yang belum maksimal. Karena itulah, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P2AP2KB) Loteng memiliki peran krusial dalam memberikan edukasi terhadap orang tua.

Kepala P2AP2KB Loteng, Drs H Muliardi Yunus mengatakn, salah satu programnya, dalam pengasuhan orang tua adalah Kampung KB. Kampung KB memiliki layanan teknis mulai dari pos pelayanan terpadu (posyandu), konseling pranikah hingga pemberdayaan ekonomi keluarga dan pengasuhan orang tua.

“Jadi mulai dari remaja sudah diperkenalkan dengan stunting, sehingga akan mendorong supaya orang tua dan remaja memiliki kemampuan dalam mengatasi masalah stunting,” katanya.

Desa stunting di Loteng, terdiri dari Desa Selong Belanak, Mekar Sari dan Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat. Desa Mertak dan Sukadana, Kecamatan Pujut. Desa Marong dan Sukaraja, Kecamatan Praya Timur. Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah. Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara dan desa Mantang Kecamatan Batukliang.

“Tahun ini memang kampung KB masuk juga di desa stunting,” kata Muliardi Yunus.

Sementara, kampung KB ini upaya pemerintah untuk membumikan kembali program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui Kampung KB. Sehingga di kampung KB ini tidak hanya untuk ibu-ibu, melainkan bapak-bapak juga diajurkan untuk KB.

“Untuk bapak-bapak nanti diminta pilih, pakai kondom atau Metode Operasi Pria (MOP),” tandas Muliardi Yunus. (Dik)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here