LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Dalam setiap kampanye dialogis yang dilakukan calon Gubernur Ali Bin Dachlan selalu ada yang berbeda yang dibahas bersama masyarakat. Kali ini, dirinya menekankan soal tembakau dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Desa Setanggor, Sukamulia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Ali Bin Dachlan yang maju menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat di 2018 melalui independent mengatakan bahwa Lombok Timur merupakan ladang terbesar penghasil tembakau di Nusa Tenggara Barat. Oleh karenanya, para petani harus lebih hidup khususnya di bidang tembakau sehingga nantinya tembakau yang dihasilkan akan menjadi lebih besar serta kebutuhan tembakau tidak akan kekurangan.

“Yang paling besar tembakau ada di Lombok Timur karena wilayah ini menyuplai ke seluruh Nusa Tenggara Barat. Maka dari itu, kehidupan masyarakat petani tembakau harus sejahtera,” jelas Ali Bin Dachlan, Kamis (26/4/2018).

Sebelum maju menjadi calon Gubernur Nusa Tenggara Barat, Ali Bin Dachlan terus memberikan kesejahteraan bagi para petani termasuk kala dirinya menjabat sebagai Bupati Lombok Timur. Sisi permodalan para petani pun juga didukung olehnya.

“Setiap tahun petani diberikan modal biar pun bukan dalam jumlah yang besar, pemberian modal ini juga dilakukan secara merata. Saat saya menjadi Gubernur nanti, maka modal yang diberikan akan dilipat gandakan,” bebernya.

Selain itu, Ali Bin Dachlan juga menambahkan bahwa seluruh hasil tembakau yang didapatkan dari petani harus dikembalikan kepada Kabupaten bukan dipegang oleh propinsi karena baginya Kabupaten lah yang layak mengelola. Pasalnya, kabupaten yang menghasilkan tembakau.

“Dana bagi hasil cukai tembakau yang didapat propinsi harus dikembalikan dan disebar ke seluruh Kabupaten yang menghasilkan tembakau karena propinsi tidak menanam tembakau,” tambahnya lagi.

Pria yang akrab disapa Ali BD ini juga bersyukur karena selama menjadi orang nomor satu di Lombok Timur, kondisi hujan sangat memadai buat para petani. Otomatis, tembakau, padi yang dihasilkan sangat bagus dan tidak ada yang rusak.

“Semua ini bisa dilampaui dengan baik akibat kerjasama yang baik antara masyarakat, tokoh ulama, kepala desa yang dilakukan secara bergotong royong,” urainya.

Bukan hanya menekankan soal tembakau saja, Ali Bin Dachlan juga membahas soal keberadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kerap berada di wilayah kampanye. Di sini, dirinya mengatakan bahwa setiap orang berhak mendapatkan haknya untuk mendengarkan kampanye sehingga orang tersebut bisa memilih sesuai dengan hati nuraninya bukan tanpa ada paksaan.

“Semua paslon yang berkampanye memiliki nilai yang lebih, otomatis para PNS tidak perlu takut untuk mendengarkannya. Melalui cara ini tentunya akan bisa menentukan pilihan yang baik bukan tanpa paksaan,” tegasnya.

Ali Bin Dachlan menegaskan bahwa setiap orang tidak berhak untuk dilarang, terlebih sebatas mendengarkan kampanye. Apalagi, dengan mendengarkan para pasangan calon berkampanye itu sama saja belajar guna mengetahui mana yang baik atau tidak.

“Masa hanya mendengarkan saja takut, sedangkan nyolong saja tidak takut. Bagi saya, semua masyarakat berhak mendengarkan pendapat para paslon sehingga masyarakat akan mudah mengetahui mana yang baik atau tidak di hati masyarakat,” pungkasnya. (Tim)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here