LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Perlahan wilayah Lombok dipadati kendaraan, otomatis Lombok pun menjadi kemacetan. Dalam mengurangi kemacetan, calon Gubernur Ali Bin Dachlan siap membangun jalan baru kala terpilih menjadi Gubernur NTB di 2018.

Dalam membangun jalan baru, maka Ali Bin Dachlan tidak akan menyentuh masyarakat sehingga masyarakat merasa lebih nyaman.

“Jalan baru yang akan dibuat tidak akan mengganggu lahan masyarakat seperti perumahan, tidak akan menggusur rumah masyarakat,” tegas Ali Bin Dachlan di Sikur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/4/2018).

Lebih lanjut, jalan baru yang dibangun yakni dari Gunungsari menuju Kayangan. Jalan yang dibangun diambil dari Masbagik, Kopang, Mantang yang kemudian berbelok menuju Perigi. Jalan baru yang akan dibangun ini memiliki lebar 60 meter.

“Sebelum dibangun maka akan dilakukan dengan cara pemetaan udara sehingga pembangunan jalan baru tidak akan mengganggu masyarakat,” paparnya lagi.

Selain itu, pria yang disapa Amaq Asrul ini menegaskan bila menjadi Gubernur maka semua tanah milik Kabupaten akan diserahkan kembali sehingga semua Kabupaten bisa mengelola dengan baik.

Tak itu saja, untuk pasar maka Ali Bin Dachlan juga akan menata kembali seluruh pasar yang ada di Lombok Timur, dengan demikian seluruh pasar di Lombok akan terasa nyaman saat didatangi masyarakat.

“Semua pasar kita survey semuanya, jika pasar tersebut tidak terawat dengan baik maka pemerintah tidak boleh mengambil dana retribusi. Semua pasar di Lombok harus memiliki akses dengan baik termasuk di bagian belakang pasar, dengan adanya akses yang baik maka memudahkan masyarakat memiliki akses menuju pasar. Pasar pun juga berfungsi dengan baik pula,” paparnya lagi.

Bukan hanya persoalan jalan serta pasar saja, pria yang akrab disapa Ali BD ini juga membahas perihal persoalan Rumah Sakit Kita yang ada di Lombok Timur.

Diakuinya, masyarakat yang tidak mengetahui secara jelas perihal kehadiran Rumah Sakit Kita agar menjauhi kata curiga, pemikiran negatif. Pasalnya, akan membuat iman serta rejeki masyarakat berkurang selain itu tidak diinginkan oleh Allah.

“Jangan suka curiga, jika orang yang mudah curiga maka jangan-jangan orang yang berpikiran tersebut kerap melakukan hal yang jelek pada siapapun,” ungkapnya.

Ali Bin Dachlan menuturkan Rumah Sakit Kita didirikan bukan atas nama pemerintah melainkan didirikan berdasarkan inisiatif pembayaran zakat serta rumah sakit ini dikelolah oleh yayasan.

“Kehadiran Rumah Sakit Kita adalah untuk membantu fakir miskin, membantu masyarakat miskin berobat dengan mudah, kemudian zakatnya diberikan kepada 100 panti asuhan setiap tahunnya,” tambahnya.

Menurutnya, apabila rumah sakit tersebut dibangun oleh pemerintah maka tidak menggunakan yayasan. Pasalnya, yayasan merupakan badan hukum.

“Semua rumah sakit Islam di Indonesia pasti ada yayasannya, seperti rumah sakit Islam di Mataram, rumah sakit Islam di Surabaya, dan sebagainya. Kenapa pakai yayasan karena agar ada pertanggungjawabannya,” ulasnya.

Dengan nada tegas, Ali BD mengaku bahwa rumah sakit tersebut dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, terlebih rumah sakit tersebut bukanlah milik perseorangan dan tidak boleh menjadi perseorangan karena sifatnya yayasan.

“Karena yayasan merupakan badan hukum, maka di dalamnya adalah orang-orang yang sukarela tidak digaji. Menurut Undang-Undang, maka yayasan tidak boleh digaji, yayasan tidak boleh mencari keuntungan semata, jangan mengira membuat yayasan bisa untung besar dan itu pemikiran yang salah kaprah. Bahkan, Undang-Undang melarang orang mencari penghidupan dari yayasan. Jika ingin mencari keuntungan maka buatlah perusahaan bukan yayasan,” tukasnya. (Tim)

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here