SELONG, KANALNTB.COM – Paguyuban pedagang pasar Lombok Timur protes atas harga sewa lapak di sejumlah pasar di Lombok Timur. Mereka mengatakan harga yang ada saat ini terlalu tinggi bagi pedagang seperti mereka.

“Ini mencekik. Hampir di semua pasar di Lotim. Seperti pasar Terara, Sakra, Masbagik, Keruak, Tanjung. Hampir semua,” ujar Effendi, ketua Paguyuban tersebut pada wartawan, Senin (9/4).

Dimana jika dibandingkan dengan kota Mataram, kata Effendi, sangat jauh. Dimana kalau di Mataran harga sewa perbulan yakni Rp 3000/meter persegi. Sementara di Lotim, mencapai Rp 25 ribu. Jadi, kata Effendi, harus ada penurunan untuk harga sewa tersebut.

“Kalau tidak, kami akan bawa ini ke Ombudsman,” ancamnya.

Sementara itu, kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, Salmun membantah adanya harga sewa tinggi. Seperti sejumlah toko yang ada di pasar Masbagik, masih kosong karena belum ditempati saja oleh penyewa.

“Jadi bukan karena sewa tinggi. Ada, tapi belum ditempati karena letaknya kurang strategis menurut mereka,” kata Salmun ditemui di ruangannya.

Pihak Bapenda, kata Salmun sudah beberapa kali membangun komunikasi dengan para pedagang di sejumlah pasar. Tapi mereka yang sulit dihubungi guna mendiskusikan masalah harga sewa lapak dan toko.

Terkait adanya perbandingan harga sewa seperti di Mataram, Salmun tidak percaya sepenuhnya dengan apa yang dikatakan kelompok pedagang tersebut.

“Data mereka dari mana? Kalau data abal-abal, ya kan gak bisa dijadikan perbandingan. Kecuali kalau data itu dari dinas terkait disana,” ujar Salmun. (Dex)

1
25%
like
4
100%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here