KSB, KANALNTB.COM – Masyarakat Sumbawa Barat mempertanyakan manfaat dari keberadaan Bandara Sekongkang. Mengingat bandara yang dibeli dari seorang investor Yunie White senilai miliaran rupiah kondisinya masih jalan di tempat alias mangkrak.

Bahkan semenjak dua periode masa kepemimpinan Bupati Sumbawa Barat, DR. KH Zulkifli Muhadli dan Wakilnya Drs H. Mala Rahman, hingga era kepemimpinan Bupati H. W. Musyafirin – Fud Syaifuddin ST saat ini, dengan puluhan Kepala Dinas Perhubungan yang silih berganti memimpin untuk memaksimalkan bandara Sekongkang namun sampai saat ini masih saja jalan di tempat.

“Uang negara puluhan miliar untuk membayar serta untuk perbaikan, tetapi tidak ada manfaat sampai sekarang masih tidur,” ungkap tokoh masyarakat  kecamatan sekongkang, Tris Sukardi, kepada kanalntb.com, Selasa(24/4).

Sukardi mengatakan, tanggal 20 November 2017 bandara ini sempat direncanakan untuk uji coba, tapi fakta di lapangan tidak ada satupun aktivitas uji coba yang terjadi di bandara. Hal tersebut terjadi karena kondisi bandara tidak terdaftar di Air Navigasi (Air Nav) yang berada di kota Mataram.

Bahkan dari data otoritas bandara di Bali juga mengatakan bahwa Bandara Sekongkang tidak layak untuk digunakan untuk mendarat maupun untuk terbang. Selain masalah Navigasi, kondisi angin yang ada di wilayah setempat membahayakan bagi para pilot untuk menerbangkan pesawat.

“Kalau tidak layak kenapa kita tidak tutup saja. Karena jika setiap tahun ada penganggaran untuk bandara dianggap akan sangat sia-sia karena tidak memberikan manfaat apapun,” tandas Kris Sukardi.

Menanggapi tudingan masyarakat terkait tidak layak untuk digunakan Bandara Sekongkang, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa Barat, Ir. H. Muslimin HMY,M.Si, menampik pernyataan tersebut. Menurutnya bandara Sekongkang sebenarnya sudah tereggister di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Artinya, Bandara tersebut dianggap sangat layak untuk digunakan take off dan landing. Tetapi karena tidak ada maskapai yang mencoba untuk menggunakan bandara ini, maka kondisinya mangkrak.

“Kita buka tidak ada upaya untuk menggunakan bandara ini, tetapi kendalanya sepi peminat dari maskapai penerbangan akhirnya bandara ini masih tetap tidur,” ujar H. Muslimin.

Saat ini pihak terkait juga menyiapkan draf kerjasama (MoU) antara Pemkab bersama PT AMNT supaya bisa menggunakan bandara Sekongkang ini, dan upaya ini juga sudah direspon oleh PT AMNT, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dilakukan penandatanganan MoU antara kedua bela pihak,” tandasnya. (Dhev)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here