LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Banyaknya masyarakat Nusa Tenggara Barat yang memilih Sangla, Bali untuk berobat membuat hati calon Gubernur Ali Bin Dachlan miris. Oleh karenanya, bila terpilih menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat di 2018 maka kualitas rumah sakit akan diubah olehnya.

“Nusa Tenggara Barat banyak memiliki rumah sakit berkualitas terbaik, lantas mengapa masyarakat lebih memilih berobat di Sangla, Bali. Tentu ini menjadi tanda tanya besar buat pemerintah. Oleh karenanya, paradigma seperti ini harus diubah. Nusa Tenggara Barat harus lebih maju, pemikiran masyarakat juga harus dibentuk sehingga Nusa Tenggara Barat semakin dikenal bukan hanya di Tanah Air melainkan di dunia,” tegas Ali Bin Dachlan di wilayah Terara, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/4/2018).

Demi mempersiapkan kualitas rumah sakit di Nusa Tenggara Barat, maka Ali Bin Dachlan bakal menyekolahkan para tenaga ahli medis lebih dari 100 orang. Fungsinya, adalah agar kemampuan para medis di Nusa Tenggara Barat khususnya untuk dokter spesialis semakin banyak. Jika sudah banya dokter spesialis di rumah sakit di NTB, maka masyarakat akan lebih memilih berobat di Nusa Tenggara Barat.

“Faktor pertama adalah dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), bisa jadi SDM medis di Nusa Tenggara Barat masih minim dan ini akan ditambah kemudian fasilitas rumah sakit harus lebih bagus ketimbang dari wilayah lainnya. Jika ini diubah secara perlahan maka akan membuat masyarakat NTB akan semakin betah berobat di tanahnya sendiri,” ungkapnya.

Bagaimana dengan persoalan biaya yang dikeluarkan pemerintah? “Semua harus dilakukan tanpa hutang, caranya adalah seperti saya kerjakan di Lombok Timur, yakni dengan cara penghematan. Dengan cara berhemat, selain bisa membangun Nusa Tenggara Barat tentunya Nusa Tenggara Barat akan jauh dari kata korupsi,” lanjutnya lagi.

Selain menjadikan rumah sakit di Nusa Tenggara Barat mempunyai kualitas yang baik Ali Bin Dachlan juga menyiapkan untuk masyarakat miskin sehingga pemerataan kesehatan di Nusa Tenggara Barat tidak terkotak-kotakkan lagi.

“Selama ini masyarakat miskin dari sisi pelayanan selalu terpinggirkan, kepentingan masyarakat mampu lebih diutamakan. Oleh karenanya, paradigma seperti ini harus diubah. Kenapa demikian? Masyarakat tidak boleh terkotak-kotakkan, semua harus mendapatkan hak dan kewajiban yang sama,” tambahnya.

Bagi pria yang akrab disapa Amaq Asrul ini mengatakan apabila masyarakat di Nusa Tenggara Barat hidup sehat, maka secara tidak langsung akan membuat pertumbuhan perekonomian di masyarakat semakin meningkat.

“Masyarakat tidak boleh ada yang sakit, jika sakit maka tidak akan ada pertumbuhan perekonomian di masyarakat. Pertumbuhan pun akan semakin lambat dan ini harus dihindari,” paparnya.

Demi mewujudkan hal tersebut, maka Ali Bin Dachlan menegaskan akan melakukan tindakan tegas bagi siapapun yang ingin bermain-main dengan kebijakan yang dilakukannya. Hal ini pun dilakukan kala menjabat sebagai Bupati Lombok Timur. Baginya, masyarakat tidak boleh dipermainkan dalam bentuk apapun. Pasalnya, menjadi kepala daerah adalah harus mengutamakan kepentingan masyarakat bukan memikirkan kepentingan pribadi maupun golongan.

“Kita pasti menindak langsung jika kedapatan seperti itu dan itu dilakukan di Lombok Timur, tindakan bisa dipecat jika ada pejabat yang terlibat dan itu sudah banyak dipecat di Lombok Timur yang bermain-main dengan saya karena saya tidak takut kepada siapapun kecuali kepada rakyat dan Allah yang saya takuti,” tutupnya. (Tim)

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here