KSB, KANALNTB.COM – Perusahaan nasional yang bergerak di bidang perjalanan wisata, PT Surya Dharma Sumbawa Barat berencana menjual sejumlah aset daerah. Seperti, spot destinasi wisata untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ir. I Gusti Bagus Sumbawanto M. Si yang dikonfirmasi kanalntb.com, Rabu (25/4) mengatakan, perusahaan yang berkantor di Kota Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat ini telah mengantongi ijin dari Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Asita, H Asnawi Bahar SE.M.Si, pada 23 Agustus 2017.

Sebelum perusahaan tersebut mengundang tamunya untuk mengunjungi bumi Sumbawa Barat, Dinas Pariwisata tengah mempersiapkan regulasi penarikan biaya berupa tiket karcis agar tidak dianggap Pungutan Liar (Pungli).

Sumbawanto juga menegaskan, tiket karcis ini tidak hanya berlaku untuk wisata domestik saja, tetapi berlaku juga untuk wisatawan ragional dan juga lokal. Soal harga sudah pasti ada perbedaan, itu hal teknis yang akan dikaji lebih mendalam,” ujar Sumbawanto.

Kabupaten yang terletak di ufuk barat pulau Sumbawa itu digembor-gemborkan dengan nama Rising Tourism (potensi wisata semakin dikenal) karena sumber daya alam yang indah akan disulap menjadi destinasi wisata berkelas dunia oleh tangan para senias. Sebut saja Spot Paralayang Desa Mantar yang mana para atletnya sering menyebutkan, The Blue Lagoon, Oludeniz, Turkey dan Gugusan Gili Balu, Poto Tano yang membuat Mike E Reynold arsitek earthship internasional datang menyambanginya melalui sebuah project kelas dunia.

Selain destinasi bahari dan SDA lainnya, perusahaan tersebut juga akan mengajak para tamu itu untuk menyaksikan kearifan lokal desa, adat budaya hingga hasil kerajinan tangan anak bangsa. Tak ketinggalan juga kuliner Khas Sumbawa Barat untuk pelepas dahaga usai memanjakan mata.

Zona konservasi danau rawa lebo yang kini dibawah kendali Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menjadi penambah spot untuk dikunjungi. Apalagi, saat ini BKSDA menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 3,6 milyar untuk pembangunan shelter.

Ditempat terpisah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Pemukiman(DPUPRPP) melalui Kabid Sumber Daya Air, Ahmad Safwan ST., MM  mengatakan, delapan unit shelter akan dibangun di lebo dan disambung dengan dermaga sampan tradisional. Selain ada shelter dan dermaga sampan, di sekitar itu juga di bangun plaza. Itu juga hasil sosialiasi BKSDA dengan  Dinas Pekerjaan Umum Sumbawa Barat,” ungkapnya. (Dhev)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here