LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Meski masih dua bulan lagi pemilihan kepala daerah, calon Gubernur Ali Bin Dachlan mulai diserang dengan kehadiran kampanye hitam atau black campaign. Ali Bin Dachlan meminta agar masyarakat terus berpikiran positif.

Kehadiran kampanye hitam ini bukan hanya muncul kala dirinya maju menjadi calon Gubernur Nusa Tenggara Barat saja melainkan kala dirinya maju menjadi Bupati Lombok Timur.

“Saya selalu berpikir yang positif, karena saya hanya bekerja, berkeliling serta mengikuti aturan prosedur kampanye saja,” ucap Ali Bin Dachlan di Desa Setanggor, Sukamulia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (26/4/2018).

Ali Bin Dachlan mengatakan kehadiran kampanye hitam tidak membuat masyarakat mudah terpancing, pasalnya masyarakat di Nusa Tenggara Barat adalah masyarakat yang cerdas.

“Masyarakat tidak mudah terpengaruh, dulu juga ada kampanye hitam untuk saya tapi masyarakat tetap memilih saya. Jangan masuki kategori masyarakat tidak mengerti teknologi. Masyarakat tahu fitnah, jika saya difitnah maka saya tidak akan marah karena di agama saya mengajarkan tidak boleh marah pada siapapun termasuk yang memfitnah saya,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Amaq Asrul ini mengatakan bahwa masyarakat tidak akan terprovokasi dengan adanya black campaign.

“Berapa banyak orang main sosial media? Masyarakat Nusa Tenggara Barat jumlahnya 3,7 juta orang. Tidak melebihi jumlah 100 ribu orang yang bermain sosial media,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ali Bin Dachlan merasa tidak masalah kehadiran sosial media yang kerap dianggap liar dengan adannya pilkada.

“Tidak masalah sosial media itu liar, karena saya orang bebas, saya membebaskan orang untuk berkreasi apapun. Saya membangun demokrasi yakni kebebasan dan itulah saya. Orang berbeda pendapat itu sah saja, tidak boleh menanggapi perbedaan dengan menurut pendapat saya. Jika demikian maka saya tidak menghargai perbedaan,” urainya.

Lantas, adakah niatan dirinya untuk menggugat yang menyebarkan black campaign buatnya? “Saya tidak ada nafsu untuk menggugat, kalau pendukung saya mau menggugat silahkan saja. Bagi saya, waktu saya habis buat bekerja. Lebih baik berpikiran bijaksana,” pungkasnya. (Tim)

8
114%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here