MATARAM, KANALNTB.COM – TGB KH Muhammad Zainul Majdi memaparkan konsep kepemimpinan Islam jika ingin efektif mengelola negara. Hal ini disampaikannya saat menjadi pemateri di Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (26/4).

TGB menegaskan kepemimpinan memiliki fungsi yang sangat penting apabila mampu menghadirkan satu keteladanan yang baik. Dalam konsep Islam lanjutnya kepemimpinan ideal itu harus memiliki tiga muatan, pertama muatan humanisasi yaitu kepemimpinan yang mampu menghadirkan dan senantiasa mentradisikan kebaikan. Kedua, kepemimpinan yang liberatif, yaitu kepemimpinan yang berusaha bersama-sama bekerja untuk menghilangkan hal-hal yang bersifat destruktif untuk kemanusiaan. Misalnya melawan bebaskan manusia dari penjajahan.

“Dari awal kita setting bangsa ini untuk ikut bekerja membebaskan manusia dari hal-hal dekstruktif, seperti penjajah, ketimpangan, kezaliman atau apapun yang merusak nilai kemanusiaan,” jelas TGB.

Kemudian ketiga lanjut Gubernur, semua hal-hal yang kita lakukan, termasuk dalam aspek kepemimpinan bukan kontrak yang sekadar tanda tangan atau sumpah jabatan di depan manusia, tapi tali kontrak kita juga kepada Allah SWT. “Apabila kualitas kepemimpinan dapat kita bangun sama-sama, maka saya yakin ke depan bangsa kita akan mampu lewati tantangan apapun,” optmis TGB.

Tawaran gubernur NTB dua periode tersebut  seolah menyindir sistem kepemimpinan yang diterapkan Presiden Jokowi yang akan maju kembali untuk periode kedua pada pilpres 2019.

TGB menekankan kalau  ingin membangun peradaban bangsa ke arah yang lebih baik, maka yang diperlukan adalah Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang mumpuni.
Namun dari dua hal itu, terdapat satu faktor penting untuk memajukan suatu peradaban, yaitu kepemimpinan yang efektif. “Kepemimpinan yang efektif tidak kalah pentingnya dalam menentukan maju mundurnya suatu peradaban,” tegas Gubernur.

Menurut Gubernur, pembicaraan kepemimpinan memiliki tempat yang penting dalam suatu peradaban. Salah satu sumber kearifan dalam berbangsa ialah beragama. Sebagai muslim ketika buka Al-Qur’an, bahwa salah satu sentrum perhatian yang dibahas panjang lebar dalam Alquran ialah manusia dalam dimensi kepemimpinan.

Meburut TGB ada ayat yang sangat terkenal yakni Ayatul Khilafah, ketika Allah sampaikan seluruh makhluknya tetapkan manusia sebagai khalifah atau pemimpin dalam kehidupan dunia, dia diberikan tugas oleh Allah untuk mengganti Allah dalam dunia ini bagaimana memajukan, memakmurkan dengan nilai-nilai mulia, yaitu dirangkum dalam Asmaul Husna.
“Maka kepemimpinan seseorang dalam kehidupan ini tergantung sejauh mana dia mampu mengaplikasikan kemuliaan-kemuliaan yang ada di Asmaul Husna,” ungkap TGB seraya menyontohkan sifat Ar-rahman dan Ar-rahiim,  yang memberikan pesan bahwa kepemimpinan harus penuh dengan nilai-kasih sayang.

Keberhasilan TGB memimpin NTB sehingga menjadi daerah yang maju dan mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia, serta mampu menata pengelolaan pemerintahan yang baik, membuat Kementerian Dalam Negeri menobatkan Gubernur sebagai kepala daerah terbaik se-Indonesia, beberapa waktu lalu. Tentunya selama memimpin NTB, Gubernur yang Alumni Al-Azhar itu memiliki pengalaman dan gagasan yang utuh tentang kepemimpinan. Karena itu, TGB diundang Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta untuk berbagai gagasan dan pengalaman terkait konsep kepemimpinan.

Di kampus setempat, Gubernur TGB menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Kepemimpinan Nasional yang Berakhlak dan Unggul Guna Mendukung Daya Saing Bangsa”. Orasi tersebut disampaikan di hadapan ratusan wisudawan yang hadir.(Pur)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here