LOMBOK TENGAH, KANALNTB.COM – Plt bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri mengharapkan komitmen-komitmen deklarasi mewujudkan kecamatan, kelurahan dan desa se Lombok Tengah sebagai layak anak. Bukan sekedar ungkapan, namun harus direalisasikan sebagai upaya melindungi anak-anak di Kabupaten Lombok Tengah.

“Jangan hanya berakhir sebagai sebuah serimonial belaka. Tapi, dapat menjadi tujuan dan arah kebijakan yang dicapai bersama dalam upaya pemenuhan hak-hak anak,” ungkap Lalu Pathul Bahri di acara deklarasi kecamatan, kelurahan dan desa layak anak yang dirangkaikan peringatan Isra Mi’raj 1439 Hijriah di Alun-Alun Tastura Praya, Minggu (15/4).

Kegiatan yang di prakasai Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P2AP2KB) Loteng, Lalu Pathul Bahri katakan, deklarasi kecamatan layak anak dan desa layak anak secara nyata menambah deretan upaya pemerintah kabupaten Loteng menuju kabupaten layak anak. Sehingga, untuk menuju itu harus tercipta kondisi lingkungan yang ideal bagi tumbuh kembang anak yang hanya dilakukan secara holistic, terpadu dan terintegritas. Sehingga semua itu, diperlukana komitmen bersama ini yang harus kita satukan.

“Melalui komitemn kuat dan langkah bersama ini saya yakin lingkungan ramah anak dan anti kekerasan dapat terwujud,” tandasnya.

Selanjutnya dilakukan pengukuhan kecamatan, kelurahan dan desa layak anak se Loteng. Ketika itu diwakali camat Praya Tengah, Drs Sahri, Lurah Praya, Maskur, S.Sos dan Kades Batujai.
Setelah itu baru dibacakan kata-kata deklarasi, yang dibacakan Lurah Leneng, Isnaini. Di antara isinya, antara lain pertama, menolak dan mengutuk keras atas perempuan dan anak dari segala bentuk apliasinya, karena tidak sesuai dengan pancasila dan UUD 1945 serta peraturan perundang-undangan lainnya.

Kedua, mengutuk tindakan main hakim sendiri terhadap perempuan dan anak, segala sesuatu harus diselesaikan secara hukum yang berlaku. Ketiga, berkomitmen melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasa fisik, psikologis, itimitadi, persekusi yang berdampak negative pada korban.

Keempat, bertekad bersatu padu para pihak yang berwenang melaksanakan perlindungan terhadap perempuan dan anak Indonesia sehinga tercipta suasan harmonis di NKRI. Lima, mengajak masyarakat untuk tidak takut bersuara dan melaporkan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak kepada yang berwenang, sehingga tercipta keadalian social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Enam, pemenuhan hak dan perlindungan anak secara utuh diukur melalui dari 24 indikator ang secara garis besar mencerminkan lima klaster pemenuhan hak dan pelindungan khusus anak yang harus dipenuhai oleh setiap kabupaten kota apabila ingin menjadi KLA yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan kelurga dan pengasuhan alternative, kesehatan dasar dan kesejahateraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, perlindungan khusus bagi lima belas katagori anak.

Tujuh, TATE TATBM perlu dibuat dalam gerakan yang massif dan harus dilakukan secara terus menerus dimulai dari tingkat RT hingga kabupaten. Delapan, menumbuh kembangkan segala kegiatan yang menjamin dan melindungi anak dari kekerasan serta hak-haknya untuk taraf hidup tumbuh berkembang secara optimal baik secara fisik, intelenjensi maupun spiritual. Baru dilanjut dengan penandatanganan komitmen bersama untuk kecamatan, kelurahan dan desa se Loteng, serta pemasangan PIN kepada semua camat, Lurah dan Kades se Loteng atas terwujudnya layak anak. (Dik)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here