SELONG, KANALNTB.COM – Calon wakil bupati (cawabup) dari H Syamsul Lutfi, H Najamuddin menyampaikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) harus tepat sasaran dan mementingkan skala prioritas. Hal ini jugalah yang ia paparkan dan persoalkan pada saat debat pasangan calon Rabu lalu (18/4).

“Tapi respon dari apa yang saya tanyakan malah dijawab tidak nyambung,” ujar H Najamuddin Senin (23/4).

Tokoh NU ini mencontohkan, seperti respon dari paslon nomor satu terkait pertanyaan dirinya bagaimana pemerintah menginisiasi APBD dalam menanggulangi kemiskinan, daya beli yang melempem dan IPM rendah. Tapi respon dari paslon satu, lanjut H Najamuddin, malah tidak nyambung dengan pertanyaannya.

“Malah dijawab dengan gedung kantor bupati yang megah. Disinilah pentingnya skema APBD kita,” ujarnya.

H Najamuddin menjelaskan, dirinya bersama H Syamsul Lutfi, skema alokasi APBD maupun APBN merupakan hal yang paling penting bagi pasangan Fiddin.

Jika ditakdirkan Allah nanti menjadi pemenang pemilu Lotim, pasangan Fiddin akan memerhatikan mana yang lebih penting untuk digarap.

“Jadi skala prioritas ini yang penting. Ada yang paling penting dari hal-hal yang penting. Mana yang paling penting itulah yang kita prioritaskan,” lanjutnya.

Ia memberikan contoh, pemerintah jika hanya sibuk membangun infrastruktur agar disebut berhasil dalam pembangunan, maka itu keliru. Seperti pembuatan jalan-jalan hotmix sampai di desa-desa, pembangunan ruko dan lainnya.

“Pembuatan jalan penting, tapi ada yang lebih penting, apa? urusan perut warga, kesejahteraan warga,” paparnya.

Maka, imbuhnya, anggaran untuk hal-hal yang tidak melihat skala prioritas inilah yang perlu dibenahi. Anggaran tersebut baiknya dialokasikan dulu untuk hal-hal yang produktif dan memang menyentuh kepentingan masyarakat menengah ke bawah.

Ia memberikan contoh lainnya terkait swasembada pangan. Jadi pemerintah melalui APBD-nya harus menyentuh hal tersebut, mulai dari masa tanam dan panen.

“Multiflier effect itu yang harus ada. Pemerintah yang baik itu bisa menyediakan kebutuhan dasar warga dengan murah dan mudah. Dari petani sampai pembeli hasil pertaniannya itu sama-sama menguntungkan. Dan ini harus digenjot oleh APBD. Selama ini kan pola petani kita selalu itu-itu saja. Pas musim tanam, modalnya hutang, pas panen, kesulitan menjual,” pungkas pria asal Sakra Timur, tersebut. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here