LOMBOK TIMUR, KANALNTB.COM – Calon Gubernur Ali Bin Dachlan kembali melakukan kampanye dialogisnya di Lapangan Umum Montong Gading, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kampanye dialogis tersebut, pria yang disapa Ali BD ini mengeluarkan gagasan cemerlangnya dalam memajukan perekonomian di NTB. Mendengar hal tersebut sontak membuat masyarakat bersorak-sorai.

Pasangan nomor 4 di Pilkada NTB 2018 ini mengatakan bahwa kewajiban pemerintah adalah memperhatikan kebutuhan masyarakat bukan sebatas mementingkan golongan maupun pribadinya saja. Baginya, masyarakat harus berpikir cerdas apalagi tahun ini merupakan tahun pilkada.

“Saya tidak ingin berpidato terlalu lama, karena saya tidak ingin berjanji kepada masyarakat melainkan memberikan kenyataan kepada masyarakat sama seperti saya menjabat di Lombok Timur. Semua yang saya katakan merupakan pengalaman bekerja di Lombok Timur selama 10 tahun,” papar Ali Bin Dachlan, Minggu (22/4/2018).

Kemudian, dirinya memberikan pertanyaan kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui secara betul apa yang akan dikerjakan kala menjadi Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2018. Salah satunya perihal jalan.

Mendengar pertanyaan dari masyarakat, Ali Bin Dachlan pun menjawab dengan jawaban yang cerdas, penuh dengan ide cemerlang tanpa membuat masyarakat kecewa. Pasalnya, Ali Bin Dachlan sangat mengetahui betul apa yang diinginkan masyarakat terlebih dirinya diusung oleh masyarakat yang maju tanpa dibantu satu partai sekalipun.

Perihal jalan dari Montong Baan menuju Tempat wisata Joben, di sini pria yang juga disapa Amaq Asrul mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan salah satu impiannya yang akan diwujudkan kala menang menjadi Gubernur NTB 2018.

Calon Gubernur Ali Bin Dachlan kembali melakukan kampanye dialogisnya di Lapangan Umum Montong Gading, Lombok Timur. (Foto: ist)

Bahkan, persoalan jalan ini Ali Bin Dachlan juga sudah berbicara kepada masyarakat. Pasalnya, jalan yang akan dibangun merupakan pelebaran jalan sehingga pemerintah dengan masyarakat Lombok Timur harus bertemu guna menemukan titik penyelesaiannya. Hasilnya masyarakat setuju dengan pembebasan lahan yang terkena dampak pelebaran jalan.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat yang sudah siap dibebaskan lahan tanahnya untuk dibuat pelebaran jalan. Terima kasih juga buat masyarakat yang terus mempercayai saya dalam bekerja untuk kepentingan masyarakat,” bebernya.

Batalnya pelebaran jalan diakibatkan adanya pemangkasan anggaran di tahun 2017 oleh pemerintah pusat, apalagi anggaran yang akan digunakan untuk pelebaran jalan berasal dari pemerintah pusat. Pemerintah Lombok Timur sudah mengajukannya di tahun 2016 kepada pemerintah pusat, kala itu pemerintah Lombok Timur dijanjikan oleh pemerintah pusat akan diberikan dana anggaran yang fungsinya adalah untuk membenahi Lombok Timur.

“Jalan sangat dibutuhkan masyarakat, dengan dibenahi jalan maka pertumbuhan perekonomian masyarakat akan berjalan dengan benar seiring kemudahan aktifitas masyarakat dalam mencari mata pencaharian. Jika jalan rusak, maka masyarakat pun akan sulit dalam beraktifitas,” urainya lagi.

Masih persoalan jalan, Ali Bin Dachlan juga akan membangun jalan tol dari Gunungsari menuju Kayangan. Maka, dengan diberikan kemudahan dari sisi jalan maka menjadi solusi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya karena jalan merupakan idaman dan kebutuhan masyarakat, otomatis tidak ada cara lain maka jalan ini harus dibangun.

“Saya selalu ingat semua ucapan yang saya keluarkan, saya malu kepada masyarakat bila tidak bisa memberikan yang terbaik. Termasuk persoalan jalan, karena semua jalan di Lombok harus bagus, ketika infrastruktur berkembang maka pertumbuhan perekonomian juga meningkat,” tukasnya. (Tim)

0
0%
like
0
0%
love
2
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here