MATARAM, KANALNTB.COM – Sehari setelah pemasangan Spanduk Kaleng diduga milik kelompok anti Tuan Guru Bajang (TGB) safari ke luar daerah, puluhan masa yang tergabung dalam Kongres Masyarakat Peduli Nusa Tenggara Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD NTB, Senin (23/4). Mereka mengkritisi kebijakan Gubernur TGB KH M Zainul Majdi yang lebih sering meninggalkan tugas karena kunjungan keluar daerah.

Dalam orasinya pendemo mengingatkan TGB untuk lebih fokus kepada tugasnya sebagai Gubernur NTB menyelesaikan berbagai persoalan daerah yang membutuhkan perhatian lebih bukan lebih banyak waktu di luar daerah.

“Mestinya Gubernur harus mengutamakan bersafari di NTB, apalagi di NTB ini angka pengangguran dan angka kemiskinan masih tinggi dan perlu perhatian utama dari Gubernur NTB,” kata Koordinator Aksi Kongres Masyarakat Peduli (KMP) NTB, Muhammad Ghazaly Akbar di Mataram.

Menurut Muhammad Ghazaly Akbar, pihaknya tidak pernah melarang atas hak konstitusi Gubernur NTB untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden, akan tetapi sebagai masyarakat NTB, ia berharap Tuan Guru Bajang (TGB) tidak melepas tanggungjawabnya yang sampai hari ini masih sebagai Gubernur NTB yang sah.

“Kami sangat mendukung TGB maju dalam kancah Pilpres, hanya kami minta jangan dianaktirikan masyarakatnya. Kami menilai justru kepemimpinan di NTB saat ini sedang kosong akibat Gubernur sering keluar daerah, ditambah lagi Wakil Gubernurnya sedang mengambil cuti. Ini sangat miris kalau kepemimpinan di NTB itu berada dalam keadaan nyaris kosong,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga meniupkan peluit merah kepada Gubernur NTB. Termasuk mendesak agar DPRD NTB menyatakan Gubernur NTB lalai dalam mengemban amanah tugas gubernur dan menggunakan hak interpelasi sebagai wakil rakyat. Bahkan, pihaknya meminta DPRD NTB menggelar sidang paripurna untuk mencabut jabatan Gubernur NTB dua periode itu.

“Kami juga menyerukan agar Ombudsman, Kemendagri dan Presiden RI memberikan sanksi tegas atas pelanggaran serius Gubernur NTB yang sering bolos dari kewajibannya sebagai pelayan masyarakat NTB,” pinta Muhammad Ghazaly Akbar.

Menanggapi tuntutan pendemo, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, kepada wartawan menilai aksi penolakan dirinya melakukan perjalanan keluar daerah itu kerap dipermasalahkan akibat dari munculnya namanya menjadi salah satu kandidat untuk menjadi Capres ataupun Cawapres.

Kalau tidak muncul aspirasi soal Capres dan Cawapres itu, siapa yang akan mempermasalahkan soal ini. Saya tidak tahu siapa itu. Tapi yang jelas dalam kunjungan saya tidak ada mobilisasi masyarakat karena yang datang itu kehendak dirinya apalagi ada yang membayar itu berjalan dengan sendirinya dengan kerelawanan,” tandas Gubernur NTB.

Sebagaimana disampaikan TGB kepada kanalntb sebelumnya soal penolakan bentuk lainnya Gubernur NTB mengaku selama ini memang sangat sering berada di luar daerah untuk menyampaikan orasi ilmiah di sejumlah daerah dan menghadiri sejumlah undangan keagamaan. Seperti ceramah-ceramah baik di masjid, tempat terbuka maupun universitas universitas. Bahkan menurutnya ada kegiatan pengajian di setiap akhir minggu dan itu sudah dilakukan dari dulu sebelum dirinya  diisukan seperti sekarang.

“Saya keluar daerah dalam konteks melakukan silaturrahim dengan mahasiswa dan masyarakat kita yang ada di sejumlah daerah sekaligus memperkenalkan NTB ke masyarakat luas. Bukan safari politik, tapi safari dakwah,” tukas TGB.

Kendati intens melakukan perjalanan ke luar daerah, akan tetapi selaku Gubernur NTB, ia tidak pernah melupakan tugas dan kewajibannya sebagai kepala daerah. TGB merasa tetap konsisten menjaga kinerjanya secara baik.
Lebih lanjut TGB menegaskan bahwa tugas Gubernur itu tidak hanya didalam daerah saja melainkan juga di luar daerah.

“Jadi kalau anda menganggap tugas Gubernur itu efektif hanya didalam daerah. Itu akan bahaya bagi daerah kita. Kan Gubernur tugasnya selama ini diantaranya adalah membangun sumber daya diluar,” ucap Gubernur di Kantor DPRD NTB. (Pur)

7
12%
like
33
57%
love
0
0%
haha
2
3%
wow
5
8%
sad
10
17%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here