KSB, KANALNTB.COM – Aktivitas pengeboman dan penangkapan ikan serta biota laut dengan cara merusak ekosistem laut di perairan pulau satu dan pulau ode Desa kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat masih sering terjadi.

Aktivitas pengeboman ikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab di lokasi tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi NTB untuk segera ditangani dengan cepat. Namun hingga kini belum ada kejelasan dari pihak yang berwenang,”ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Kabupaten Sumbawa Barat, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Peningkatan Daya Saing Produksi Kelautan dan Perikanan(PDSP-KP) Agusman S. Pt, kepada kanalntb.com, Rabu(25/4).

Agusman juga mengatakan, disinyalir pelaku bukan nelayan dari wilayah pulau Sumbawa Barat, bahkan pelaku tersebut diduga berasal dari pulau Lombok, yaitu dari Labuhan Haji dan Tanjung Luar, serta nelayan asal Sumbawa yakni nelayan Pulau Bungin dan Pulau Kaung.

Aktivitas merusak oleh masyarakat asli Sumbawa Barat sudah tidak ada lagi yang seperti itu. Hal tersebut bisa terlihat dan semakin intens masyarakat memberikan informasi, jika ada ditemukan aktivitas Destructive Fishing.

“Kami duga para pelaku pengebom ikan berasal dari luar Kabupaten Sumbawa Barat, sehingga Kami minta kepada DKP Provinsi untuk memberi atensi serius terhadap budaya merusak ini,” imbuhnya.

Agusman juga menambahkan, meskpun saat ini kewenangan pengawasan laut sudah diambil oleh Provinsi, tetapi DKP Kabupaten tetap akan melakukan pengawasan. Hal tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral kepada daerah dengan tetap turun melakukan pengawasan.

“Sebagai tanggung jawab moral,kita tetap akan lakukan pengawasan meskipun tidak maksimal,” tandasnya. (Dhev)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here