SELONG, KANALNTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) serius dalam memberantas Stunting (penyakit kekerdilan). Penyakit stunting ini merupakan termasuk penyakit sosial kemasyarakatan. Secara fisik memang tidak kasat mata.

“Di Lotim angkanya 35,1 %. Ini bukan prestasi. Ini persoalan yang harus tuntas,” ujar Pjs Bupati Lotim, H Ahsanul Khalik, dalam sambutannya dalam Sangkep Stunting bersama Konsepsi NTB di Rupatama kantor bupati, Senin (23/4).

Ahsanul Khalik menyampaikan, persoalan tersebut harus segera dituntaskan. Sebab, penyakit tersebut berdampak pada masa depan anak yang mengalami penyakit stunting. Dampak dari stunting sendiri, bisa kurang percaya diri dan penerimaan motorik anak tidak bagus.

Bahkan di desa, kata Ahsanul, dari data menunjukkan stunting cukup tinggi. Padahal, desa merupakan bagian wilayah yang menjadi barometer perkembangan masyarakat.

“Maka dari itu, saya harap ada gerakan nyata oleh OPD terkait yang bersinergitas,” ujar Khalik.

Kasus stunting ini, lanjut Kadisos Provinsi NTB ini, tidak bisa lepas dari gizi buruk. Maka hal-hal yang berkaitan dengan pangan,

Selain itu, Khalik mengatakan Alokasi Anggaran Desa (ADD) yang ada sedikit tidak bisa dialokasikan untuk penanganan stunting. Namun, program-program yang ditawarkan pemerintah harus didukung masyarakat.

“Masyarakat kategori miskin harus menerima semua program OPD. Dengan demikian perjalanan program bisa terealisasi dengan baik,” imbuh pria asal Masbagik tersebut.

Sementara itu, dr Pathurrahman dari Dinas Kesehatan Lotim, menyampaikan kasus Stunting memang perlu diperhatikan. Sebab, dari pemimpin dunia sudah memerhatikan ini.

“Untuk 2017 prevalensi kasus Stunting di Lotim memang stagnan,” ujarnya.

Penyebab utama, imbuhnya, memang karena faktor sosial ekonomi. Oleh sebab itu, pemkab dan semua stakeholder terkait memang perlu bersinergi dalam hal melawan stunting tersebut. (Dex)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here