LOMBOK TENGAH, kanalntb.com – Komisi II DPRD Loteng mendatangi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Tengah untuk melihat data terkait aset-aset daerah.

Ketua Komisi II DPRD Loteng, Samsul Qomar mengatakan, setelah melihat data dan dokumen, ternyata masih banyak aset daerah yang belum dikelola maksimal. Seperti, hotel, pertokoan, kolam pemandian Matra dan lainnya.

“Justru kebocoran PAD melalui aset daerah mencapai 40 persen,” ujar politisi Partai Demokrat dapil V (Jonggat-Pringgarata).

Menurutnya, bila aset-aset daerah itu dikelola dengan baik, maka PAD Loteng bisa mencapai Rp 350 miliar, tidak seperti saat ini yang hanya Rp 260 miliar.

“Kami minta BPKAD betul-betul mengelola aset daerah. Karena aset kita banyak,” terangnya.

Tapi, ia melihat aset daerah banyak tidak masuk, karena BPKAD tidak pernah melakukan sensus. Kalau betul telah melakukannya, tidak mungkin banyak aset yang tidak terdata.

“Saya pastikan BPKAD tidak pernah lakukan sensus,” tegasnnya.

Komisi II DPRD Loteng kata Komeng akan turun melakukan uji lapangan, di mana aset-aset daerah yang belum terdata. Sehingga, kedepannya semua aset daerah bisa dipastikan masuk dalam PAD.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini kami akan turun,” katanya. (DIK)

10
71%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
7%
wow
1
7%
sad
2
14%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here