Oleh: Hasanuddin (*)

PEMUDA seringkali disebut sebagai generasi yang aktif melakukan proses pencarian jati diri. Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang banyak berdiri sejak negara ini merdeka.

Peran OKP di Indonesia mengalami pasang surut setiap zamannya seringkali mengambil wajahnya yang berbeda pada masa sebelum kemerdekaan. Bahkan, OKP cenderung menjadi ruang bagi pemuda Indonesia untuk menyalurkan aspirasi, menjadi ruang aktualisasi diri dan menumbuhkan semangat kritisisme terhadap penderitaan kolonialisme.

Sementara pada masa kemerdekaan dan pembangunan OKP berlaku sebagai mitra pemerintah, dan tidak jarang menjadi corong pemerintah dalam mempertahankan kekuasaannya.

Pada saat inilah idealisme pemuda sering diganyang oleh kepentingan kepentingan untuk kekuasaan para elit politik meski tidak dapat dinafikkan pada masa Orde Baru, masih ada organisasi organisasi pemuda/mahasiswa yang masih imun dari kooptasi pemerintah dan menjaga tetap kritis. Namun jumlahnya terbatas.

Sementara itu pada masa reformasi OKP mengalami persoalan dan tantangan yang berbeda dari masa masa sebelumnya. Organisasi pemuda seringkali aktif dalam kegiatan kegiatan yang memiliki nuansa pada kepentingan politik kekuasaan.

Pemuda umumnya lebih ingin cepat dalam memegang kekuasaan mereka tidak jarang menjadi broker broker politik dan menjadi alat bagi politik kekuasaan sejumlah elit.

Karena itu, OKP sering menjadi media yang cukup efektif untuk mengalang dukungan pada salah satu elit tertentu yang hendak mencapai kekuasaan. Padahal marwah organisaai pemuda bukan untuk kepentingan kekuasaan melainkan untuk kaderisasi.

Untuk itu perlu diluruskan agar tetap organisasi ada dalam tracknya yang benar yaitu menyalurkan aspirasi pemuda, menumbuhkan semangat kritisisme dan mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) seringkali baru mampu melakukan pemberdayaan dan pembinaaan para pemuda pada tahap kebijakan belum mampu sampai tingkat kebutuhan riil di masyarakat. Persoalan keterbatasan dana dan pemdampingan serta penyuluhan seringkali dihadapi oleh kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kepemudaan.

Amanat dari UU bahwa Kemenpora memiliki tanggungjawab untuk memberdayakan pemuda melalui dua langkah utama yaitu, mewujudkan “characther building” atau pembangunan karakter pemuda dan mewujudkan kapasitas serta daya saing yang tinggi dalam diri pemuda. Namun pada kenyataannya seringkali amanat ini menghadapi berbagai hambatan dan tantangan saat implementasi dilapangan.

Meski menghadapi tantangan serius bagaimanapun optimalisasi pemberdayaan OKP harus menjadi agenda terdepan dalam mewujudkan pemuda pemuda Indonesia yang memiliki kapasitas tinggi dan daya saing tinggi sehingga mereka mampu menjawab persoalan kebangsaan baik secara nasional maupun internasional.

Salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan pada saat ini adalah mengoptimalkan wadah berhimpun pemuda yaitu melalui Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

(*) Sekretaris Generasi Muda Sriwijaya
2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here