LOMBOK UTARA, KANALNTB.COM – Menggeliatnya pembangunan di kabupaten termuda di Nusa Tenggara Barat, terutama pada sektor pariwisata memang terbukti mampu menyedot hampir satu juta pengunjung baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kendati demikan, sangat disayangkan daerah yang terkenal subur dan keasrian alamnya itu, justru masih mendatangkan pemenuhan komoditi holtikultura khususnya di hotel-hotel masih bergantung dari Kabupaten Lombok Timur, didikarenakan minimnya ketersediaan komoditi holtikultura di daerah itu.

“Hotel-hotel di Lombok Utara masih menunggu suplai dari Lotim. Apa memang tidak ada yang bisa, penuhi komoditi untuk hotel di Lombok Utara,” kata Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH dalam penyampaian LPKJ APBD tahun 2017 di ruang rapat DPRD KLU.

Menurutnya, pada konteks pemenuhan komoditas kebutuhan di sektor perhotelan maupun pasar tradisional, untuk saat ini memang masih di kuasai oleh Lotim. Maka dari itu, untuk menekan dominasi tersebut sangat perlu adanya inovasi baru.

“Pengirim komoditas setiap hari ke Gili Trawangan, Gili Meno, itu seluruhnya berasal dari Masbagik (Lotim – red),” terangnya.

Namun, melihat laporan dari dinas terkait, Najmul optimis Lombok Utara memiliki komoditas yang banyak dan dibutuhkan oleh pasar khusnya pasar pariwisata.

“Catatkan sejumlah stok pangan daerah tahun 2017 tercermin pada terpenuhinya stok pangan. Produksi padi tercatat sebanyak 68.846 ton dari target 80.865 ton, produksi jagung sebesar 63.232 ton dari target 38.356 ton, produksi daging 1.367,09 ton dan produksi telur sebanyak 17.956.905 butir dari target 15.13.885 butir,” jelasnya. (Eza)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here