KSB, kanalntb.com – Mencuatnya nama Susilo Bambang Yudhono (SBY) dalam pusaran kasus dugaan korupsi E-KTP membuat sejumlah kader Demokrat di Sumbawa Barat berang.

Mereka menilai tuduhan yang dilontarkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya kepada Ketua Umum Demokrat itu adalah fitnah.

Ketua DPC Partai Demokrat Sumbawa Barat, Mustakim LM S. Tp, M. Si.  mengatakan, dengan tuduhan soal kasus E-KTP yang dilontarkan Firman ke SBY, memantik kemarahan seluruh kader partai berlambang Mercy itu.

“Seluruh kader marah dengan fitnah keji yang ditujukan kepada Pak SBY, sehingga hari ini kami memberikan dukungan moral ke Pak SBY yang akan melaporkan ke Bareskrim Polri,” kata Mustakim saat menggelar Konfrensi Pers di Kantor DPC Demokrat, Jalan mangonsidi lingkungan Motong Taliwang, Sumbawa Barat, Selasa (6/2).

Mustakim, juga mengatakan bahwa tidak hanya DPC Demokrat se-Nusa Tenggara Barat melakukan hal yang sama untuk memberikan dukungan ke Presiden RI ke-6 itu.

“Kami di DPC mendukung penuh langkah Pak SBY melaporkan hal ini ke Bareskrim. Saya tegaskan bahwa selama Pak SBY berkuasa dalam waktu 10 tahun tidak pernah kita mengganggu partai lain,” kata anggota DPRD Sumbawa Barat itu.

“Kami marah dengan cara-cara seperti ini. Tidak bagus memperlihatkan cara berpolitik seperti ini. Kami tegaskan bahwa kalau ada yang mengganggu Partai Demokrat maka akan kita lawan,” katanya.

Sebelumnya, pengacara Setnov, Firman Wijaya, di Jakarta, beberapa waktu lalu menyebut bahwa fakta persidangan berupa keterangan saksi telah mengungkap siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik.

Berdasarkan keterangan saksi, menurut Firman, proyek e-KTP dikuasai oleh pemenang pemilu pada 2009, yakni Partai Demokrat dan SBY. Adapun saksi yang dimaksud Firman adalah mantan politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir. (DHEV)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here